Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaitun masih membuka penerimaan santri untuk tahun ajaran baru 2023 meskipun sedang terjadi perbedaan pendapat antara Menkopolhuka Mahfud MD dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil terkait nasib ponpes tersebut.
Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah belum pernah menutup pondok pesantren, bahkan jika ada tindak pidana yang dilakukan oleh pengurusnya. Mahfud mengungkapkan bahwa belum ada kesimpulan mengenai apakah rekomendasi pencabutan izin dan pembubaran Pondok Pesantren Al Zaitun akan dijalankan oleh pemerintah.
"Kita belum sampai ke kesimpulan itu tetapi selama ini kita belum pernah menutup pondok pesantren termasuk pondok pesantren yang keras seperti Al Mukmin sekalipun," ungkap Mahfud pada awak media.
"Tapi kalau pribadi yang melakukan akan kita tangani, tapi itu akan dibaca dulu."
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan rekomendasi pembubaran Ponpes Al Zaitun yang diajukan oleh MUI Jawa Barat harus memperhatikan hak ribuan santri untuk tetap dapat belajar. Ridwan Kamil menekankan perlunya memberikan solusi pendidikan bagi ribuan santri yang sudah menjadi murid di ponpes tersebut.
"Pesantrennya direkomendasi memang untuk dibekukan atau dibubarkan tapi harus secara bijak memberi solusi agar ribuan yang sudah berstatus murid di sana atau sambil di sana bisa diberikan solusi pendidikan," kata Ridwan.
Sementara itu, kantor-kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Barat masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait nasib Ponpes Al Zaitun yang terancam dibekukan. Meskipun demikian, upaya mitigasi terhadap ribuan santri sedang dibahas bersama Kementerian Agama pusat. Hingga saat ini, Ponpes Al Zaitun masih melanjutkan proses pendaftaran santri dan santriwati untuk tahun ajaran baru 2023.
Perbedaan pendapat antara Mahfud MD dan Ridwan Kamil dalam kasus ini menimbulkan kekhawatiran terhadap masa depan Ponpes Al Zaitun. Keputusan akhir mengenai apakah ponpes tersebut akan ditutup atau tetap beroperasi masih menunggu keputusan pemerintah yang akan dipertimbangkan dengan memperhatikan hak belajar ribuan santri.
Baca Juga: Tersangka Penipuan Iphone si Kembar Rihana-Rihani Akhirnya Tertangkap
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba