/
Kamis, 06 Juli 2023 | 18:09 WIB
CEK FAKTA: Ustaz Adi Hidayat Pimpin Demo Al Zaytun, Tuntut Panji Gumilang Dihukum Mati, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ustaz Adi Hidayat memimpin aksi demo Al Zaytun dan menuntut Panji Gumilang untuk dihukum mati.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 343  ribu pengikut bernama RUANG INDONESIA melalui sebuah video yang diunggah pada 6 Juli 2023.

"USTAD ADI HIDAYAT PIMPIN AKSI DEMO DI AL ZAYTUN !! TUNTUT PANJI G & BEKINGAN DI HUKUM M4T1" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Kamis (6/7/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"USTAD ADI HIDAYAT PIMPIN AKSI DEMO AL ZAYTUN
MENUNTUT PANJI GUMILANG & BEKINGAN DI HUKUM MATI"

Namun begitu, apakah benar Ustaz Adi Hidayat pimpin aksi demo Al Zaytun dan tuntut Panji Gumilang untuk dihukum mati?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ustaz Adi Hidayat yang memimpin aksi demo Al Zaytun untuk menuntut Panji Gumilang untuk dihukum mati.

Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ustaz Adi Hidayat memimpin aksi demo Al Zaytun untuk menuntut Panji Gumilang dihukum mati.

Baca Juga: 5 Fakta Armenia, Salah Satu Negara Terkuno di Dunia

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau pun berita kredibel yang menyatakan bahwa Ustaz Adi Hidayat memimpin aksi demo Al Zaytun untuk menuntut Panji Gumilang  dihukum mati.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'USTAD ADI HIDAYAT PIMPIN AKSI DEMO AL ZAYTUN, MENUNTUT PANJI GUMILANG & BEKINGAN DI HUKUM MATI' merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More