/
Minggu, 23 Juli 2023 | 23:22 WIB
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani Minggu (23/7/2023). (Suara.com/Novian)

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menanggapi perihal adanya kampanye hitam yang mengaitkan isu Hak Asasi Manusia (HAM) dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga bakal calon presiden dari partainya Prabowo Subianto.

Partai Gerindra kata Muzani menilai isu HAM yang dikaitkan dengan Prabowo merupakan isu lama yang hanya diproduksi ulang setiap lima tahunan saat Pemilu.

"Ya itu kan, ham him hum hem hom muncul lima tahunan. Jadi kalau kita sudah tahu kapan isu itu akan muncul. Itu adalah isu lama yang selalu direproduksi menjelang Pilpres. Makanya itu kami tidak perlu mikirin," ujar Muzani di Lapangan Blok S usai konsolidasi akbar Gerindra se-Jakarta Selatan, Minggu (23/7/2023).

Muzani menuturkan, Partai Gerindra tidak memikirkan perihal isu tersebut. Pasalnya kata Muzani, Gerindra saat ini fokus berjalan ke depan.

"Pokoknya kita jalan terus karena niat kita berbuat baik kepada bangsa dan negara. Kita tidak melihat kebelakang dan seluruh kader Gerindr bersemangat bersatu untuk itu," lanjutnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menanggapi santai perihal tudingan-tudingan yang ditujukan kepadanya terkait peristiwa 1998 lantaran dicap pembunuh hingga penculik.

Ia pun menegaskan bahwa dirinya sudah sering menjelaskan mengenai isu tersebut di ruang publik. Prabowo menilai anggapan tersebut sah-sah saja. Sebab kata Prabowo, di demokrasi masyarakat bebas untuk memilih pemimpin.

"Selalu dibilang ini lah, itu lah, mau kudeta, ya kan? Dan sebagainya, penculik, pembunuh, jadi gimana ya? Saya mau apakan?" kata Prabowo di acara Mata Najwa, Kamis (29/6/2023).

"Bahwa ini kan demokrasi, kalau rakyat percaya semua tudingan-tudingan itu, ya rakyat nggak usah pilih saya, selesai kan?," sambungnya.

Baca Juga: Imbang Lawan Rans Nusantara, Aji Santoso Akui Koordinasi Pemain Belakang Jadi Masalah Utama

Load More