/
Kamis, 24 Agustus 2023 | 20:06 WIB
Prabowo dan Jokowi Prabowo naik Rantis Maung (Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden)

Awal Juni silam, Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan selaku negara anggota BRICS mengadakan pertemuan di Afrika Selatan. Meskipun topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Ukraina, media Rusia melaporkan adanya rencana ekspansi BRICS.

Setelah negara-negara anggota pendiri itu, kini kabarnya Arab Saudi, Iran, Ethiopia, Mesir, Argentina dan Uni Emirat Arab juga telah mendapat undangan untuk bergabung.

Menariknya, media Rusia, TASS juga melaporkan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat berpotensi bergabung dengan BRICS dalam waktu dekat.

Berikut adalah 7 fakta unik terkait wacana gabungnya Indonesia ke BRICS:

1. Pertemuan BRICS:

   - Pada Juni, negara-negara anggota BRICS (Brazil, Rusia, India, China, Afrika Selatan) membahas isu Ukraina.

   - Kabar muncul tentang rencana ekspansi BRICS dengan mengundang negara-negara baru seperti Arab Saudi, Iran, Ethiopia, Mesir, Argentina, dan Uni Emirat Arab.

2. Potensi Bergabungnya Indonesia:

   - Media Rusia, TASS, menyebut Indonesia sebagai negara potensial yang diundang untuk bergabung dengan BRICS.

Baca Juga: Oklin Fia Minta Maaf Soal Konten Jilat Es Krim: Sebagai Muslimah Tak Ada Niat Melecehkan Agama Islam

   - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia menyatakan calon anggota baru tidak boleh memberlakukan sanksi atau mendukung sanksi anti-Rusia.

3. Kekuatan Ekonomi BRICS:

   - China menjadi negara BRICS paling berpengaruh secara ekonomi.

   - Rusia dihadapkan pada sanksi dari negara Barat, sementara India mengalami konflik perbatasan dengan China, sedikit menggores potensi dari aliansi ini.

4. Harapan Indonesia:

   - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, berharap BRICS memperjuangkan hak-hak pembangunan dan keadilan ekonomi bagi negara berkembang.

Load More