- Mendagri Tito Karnavian akan terbitkan surat edaran gerakan bersih-bersih kepada seluruh kepala daerah.
- Gerakan ini tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk inventarisasi daerah penindaklanjut kebersihan lingkungan.
- Kegiatan korve serentak di semua tingkatan pemerintahan dijadwalkan rutin setiap Selasa dan Jumat.
Suara.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bakal mengeluarkan surat edaran perihal gerakan bersih-bersih. Surat edaran tersebut akan ditujukan untuk seluruh kepala daerah.
Permintaan gerakan bersih-bersih untuk daerah merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Rakornas di Sentul, Bogor, pekan kemarin.
Tito mengaku diperintahkan Presiden Prabowo melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk mengecek dan menginventarisasi daerah mana yang sudah menindaklanjuti gerakan bersih-bersih dan daerah mana yang belum.
"Dan saya nanti akan mengeluarkan surat edaran untuk pembersihan sampah, kemudian apa gerakan untuk korve itu dilakukan secara rutin," kata Tito di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (9/2/2026).
Nantinya, hari untuk bersih-bersih akan dilakukan setiap Selasa dan Jumat, sebagaimana yang lebih dulu dilakukan TNI dan Polri.
"Itulah hari kebersihan ya, hari olahraga sekaligus hari korve. Bukan bermaksud meniru TNI-Polri ya, militerisme, bukan. Tapi hal yang baik seperti menjaga kebersihan itu kan berlaku untuk semua, tidak hanya untuk militer," kata Tito.
Kegiatan korve atau kerja bakti bersama untuk membersihkan lingkungan ditujukan untuk jajaran pemerintah daerah di semua tingkatan.
"Jadi ada korve serentak, mulai dari provinsi ngerjakan dinas-dinasnya, kemudian kabupaten/kota dengan dinas-dinasnya, kecamatan, desa. Kalau itu semua dilakukan bersih-bersih, ya negara kita akan jauh lebih baik," kata Tito.
Baca Juga: Inflasi Awal 2026 Stabil, Mendagri Dorong Daerah Perkuat Cadangan Logistik
Berita Terkait
-
Inflasi Awal 2026 Stabil, Mendagri Dorong Daerah Perkuat Cadangan Logistik
-
Prabowo: Koruptor Sengaja Picu Kerusuhan Demi Lawan Pemerintah Bersih
-
Dasco Angkat Bicara Soal 2 persen Publik Tak Puas Kinerja Prabowo: Ini Penting!
-
Gentengisasi Prabowo, Bisakah Sekuat Genteng Palu Arit?
-
79,9 Persen Publik Puas pada Prabowo, Dasco: Catatan Ketidakpuasan Tetap Penting
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar