- Pelaku penganiayaan pengemudi ojek daring di Kembangan, Jakarta Barat, dipastikan anggota Denma Mabes TNI, bukan Paspampres.
- Korban melaporkan dugaan penganiayaan yang terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari ke Polsek Kembangan.
- Insiden penganiayaan tersebut bermula dari cekcok setelah korban berbeda tujuan pada Rabu, 4 Februari 2026.
Suara.com - Terduga pelaku penganiayaan terhadap seorang pengemudi ojek daring di Kembangan, Jakarta Barat, ternyata bukan anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), melainkan anggota Detasemen Markas (Denma) Mabes TNI. Kepastian tersebut disampaikan Asisten Intelijen Komandan Paspampres Kolonel Inf Mulyo Junaidi.
“Tadi sudah saya cek, rupanya yang bersangkutan bukan anggota Paspampres. Tapi dia anggota Mabes TNI, Denma,” ujar Mulyo kepada wartawan, Senin (9/2/2026).
Mulyo mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan internal atas informasi yang beredar di media sosial.
“Saya sudah langsung crosscheck, rupanya yang bersangkutan bertugas di Denma,” katanya.
Kasus penganiayaan tersebut telah dilaporkan korban ke Polsek Kembangan pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan laporan tersebut dan menyatakan proses hukum masih berjalan.
“Benar, Polsek Kembangan telah menerima laporan dugaan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap pengemudi ojek daring di wilayah Kembangan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut dilaporkan korban pada Kamis, 5 Februari 2026, dini hari, dan penanganan perkaranya saat ini masih terus berlangsung,” kata Budi.
Berdasarkan keterangan korban yang diunggah di akun Instagram @hasanrisqi, peristiwa itu terjadi pada Rabu, 4 Februari 2026, sekitar pukul 20.15 WIB.
Saat itu, korban bercerita awalnya menerima pesanan ojek online atas nama “Nur” dengan titik penjemputan di Jalan Mawar, Srengseng, dan tujuan ke kawasan Haji Lebar. Namun, setibanya di lokasi, penumpang menyadari titik tujuan tidak sesuai.
Korban kemudian meminta penumpang menghubungi pemesan untuk memastikan alamat sebenarnya. Dalam komunikasi telepon tersebut, korban mengaku mendapat perlakuan verbal kasar dari pihak pemesan, termasuk makian bernada merendahkan. Meski sempat berniat menurunkan penumpang, korban tetap melanjutkan perjalanan karena mempertimbangkan kondisi malam hari dan keselamatan penumpang perempuan.
Baca Juga: Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
Setelah tiba di rumah pemesan, situasi justru memanas. Korban terlibat cekcok dengan anak pemesan yang berujung keributan. Tak lama berselang, pemesan datang membawa besi dan langsung memukul kepala korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka terbuka di bagian wajah dan kepala.
Berita Terkait
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Bersenjata Celurit, Polisi Tangkap Wali Murid dan Keponakan Usai Aniaya Guru MI di Sampang
-
Prabowo Kumpulkan TNI dan Polri di Istana, Bahas Agenda Strategis Awal Tahun
-
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka, Korban Bongkar Aksi Penyiksaan: Mulut Dibekap Handuk Basah
-
Kuasa Hukum Sibuk, Habib Bahar Batal Diperiksa Kasus Penganiayaan Anggota Banser
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 5 HP Murah RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan di Akhir Maret 2026
- Harga Mobil BYD per Maret 2026: Mulai Rp199 Jutaan, Ini Daftar Lengkapnya
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah
-
Negara Diminta Tak Lagi Lunak ke Perusahaan: THR Tak Dibayar, DPR Dorong Dipidanakan!
-
Amankan FIFA Series 2026 di GBK: Ribuan Personel Jaga Ketat Ring 1 hingga Jalur Kedatangan
-
Usai Blusukan, Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak untuk Warga Pinggir Rel Senen
-
DLH DKI Tutup Tempat Penampungan Sampah Sungai di TPU Tanah Kusir, Dialihkan ke TB Simatupang