/
Rabu, 13 September 2023 | 19:28 WIB
Suasana kampung Rempang yang sepi, warga memilih tidak keluar rumah karena takut dengan polisi [Batamnews]

Suasana kampung di Rempang tampak sepi usai demo berakhir ricuh di depan kantor BP Batam, pada Senin (11/9/2023). Mereka disebut cemas bertemu polisi, dan di antaranya memilih melarikan diri ke hutan dan pulau-pulau terdekat, Rabu (13/9/2023).

Melansir Batamnews, terlihat situasi di kampung itu tampak sepi dan aktivitas sehari-hari masyarakat tampak terhenti.

"Banyak yang lari, bahkan takut untuk melaut karena khawatir akan ditangkap polisi," ujar salah seorang warga, yang tak ingin disebut namanya.

Selain itu, anak-anak di pulau setempat juga tidak berani ke sekolah karena juga khawatir didatangi polisi.

Pasca demo di Kantor BP Batam, polisi mengamankan 43 orang yang diduga pemicu ricuh.

Sementara, pihak kepolisian, melalui Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, memberikan penjelasan bahwa masyarakat tidak perlu takut jika mereka tidak terlibat dalam aksi demo tersebut.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang. Jika Anda tidak terlibat dalam aksi demo, polisi tidak akan melakukan penangkapan," kata Zahwani.

Diketahui, Proyek Rempang Eco City yang akan dikembangkan jadi kawasan industri, perdagangan, hingga wisata terintegrasi yang ditujukan untuk mendorong daya saing dengan Singapura dan Malaysia.

Proyek tersebut akan digarap oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) dengan target investasi mencapai Rp381 triliun pada 2080.

Baca Juga: Link Nonton Satu Cinta Dua Hati Episode Terbaru, Tayang Setiap Sore!

Untuk menggarap Rempang Eco City, PT MEG diberi lahan sekitar 17.000 hektare yang mencakup seluruh Pulau Rempang dan Pulau Subang Mas.

Load More