Selain memiliki Tesla dan X, Elon Musk juga memiliki perusahaan startup Neuralink.
Neuralink sendiri merupakan salah satu dari beberapa perusahaan yang sedang mengembangkan antarmuka otak-komputer (BCI) yang akan mengumpulkan dan menganalisis sinyal otak.
Pada bulan Mei lalu, Neuralink sudah mengantongi izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) untuk menanam chip ke otak manusia dalam rangka uji coba pertama.
Dikutip dari akun Instagram @bisnismillenial, perusahaan Elon Musk tersebut mencari relawan yang mengalami kelumpuhan akibat cedera tulang belakang leher atau sklerosis lateral amiotrofik.
Diperkirakan, penelitian ini akan berjalan selama kurang lebih enam tahun. Dan selama itu, pasien akan melakukan tindak lanjut rutin dengan tim Neuralink untuk memantau kemajuannya.
Elon Musk diketahui punya ambisi besar untuk Neuralink. Menurut dia, implan chip di otak mampu memberikan penanganan terhadap berbagai penyakit, seperti obesitas, autisme, depresi, dan schizophrenia.
Meski belum diketahui berapa banyak sukarelawan yang dibutuhkan perusahaan tersebut, tawaran tersebut mendapat banyak pro dan kontra dari masyarakat dunia.
Tak sedikit yang berpendapat bahwa uji coba tersebut seharusnya dibayar sangat mahal.
"Sukarelawan? Minimal bayarannya bumi dan seisinya," kata salah satu warganet.
"Bolehlah dituker dengan saham 70%," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak