Media sosial tengah dihebohkan dengan dugaan adanya pungutan terhadap orang tua murid SMPN 1 Ponorogo, Jawa Timur. Jumlahnya pun tak main-main, yaitu mencapai Rp 1,7 juta per siswa.
Dugaan tersebut mencuat usai sebuah surat edaran bocor di media sosial. Dalam suat edaran tersebut, tercantum daftar pembelian barang-barang di SMPN 1 Ponorogo.
Rencana pembelian tersebut terdiri dari pembelian alat musik untuk praktik, pengadaan komputer untuk praktik, serta pembelian mobil Kijang Inova 2019 sebagai peremajaan kendaraan operasional sekolah.
Dalam edaran tersebut, yang fotonya diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah, terlihat bahwa total biaya yang diperlukan untuk pembelian barang-barang tersebut adalah sekitar Rp 550 jutaan.
Jumlah tersebut kemudian dikurangi dengan penjualan mobil Inova lama Rp 45 juta, sehingga total biaya akhir yang diperlukan adalah Rp 509 juta.
Jumlah akhir tersebut kemudian rencananya akan dibebankan kepada 288 siswa yang bersekolah di SMPN 1 Ponoroga, sehingga setiap siswa diharapkan dapat menyumbang Rp 1,769 juta.
Kepala SMPN 1 Ponorogo, Imam Mujahid, telah memberikan penjelasan terkait sumbangan bernilai fantastis tersebut.
Ia mengatakan bahwa sumbangan beli mobil itu program komite yang juga sebagai mitra sekolah. Dan menurutnya, sumbangan juga sudah diteliti Aparat Penegak Hukum (APH).
Soal pembelian mobil yang banyak disorot warganet, Iman menyebut bahwa mobil operasional lama sudah sering mogok. Itu sebabnya, ia berharap bisa upgrade melalui komite.
Baca Juga: Curah Hujan Saat Banjir New York Jadi yang Tertinggi Selama Lebih dari Satu Abad
Sejumlah warganet pun menyorot tajam persoalan sumbangan ini. Tak sedikit yang menyebut bahwa nominal tersebut sangatlah tak masuk akal.
"Perasaan sekolah swasta aja kagak sampe kayak segitu," kata warganet.
"Nyumbang itu seikhlasnya, kalau ditarget namanya pemerasan," timpal yang lain.
"Ada yang gak beres dengan dunia pendidikan di Ponorogo, apalagi ini sekolah negeri," komentar warganet yang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Lebanon Pilih Jalur Diplomasi untuk Akhiri Konflik dengan Israel
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara