Politikus senior PDI Perjuangan Panda Nababan blak-blakan mengungkap kisah intervensi presiden terhadap penegakan hukum di Indonesia.
Namun ada satu kisah yang begitu diingatnya, bahkan dilabeli konyol oleh jurnalis senior tersebut, yakni ketika Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengintervensi pemeriksaan terkait kasus BLBI yang melibatkan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
"Yang paling menyolok waktu kasusnya Surya Paloh, BLBI Hotel Tiara. Waktu itu kebetulan saya bertandang ke tempat Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi," ujar Panda, dikutip Suara Manado dari kanal YouTube Keadilan TV, Sabtu (19/11/2022).
Saat itu ia mengaku melihat kedatangan Jampidsus Kejagung. Panda kemudian bertanya kepada Sudi penyebab sampai harus berdiskusi dengan perwakilan Kejagung.
"Saya disuruh panggil dia, supaya setop pemeriksaan Surya Paloh," kata Panda menirukan ucapan Sudi saat itu. "Ya dulu diminta diperiksa ada kasus BLBI Hotel Tiara Medan."
Panda tentu semakin bertanya-tanya, mengapa sampai pemerintah harus ikut campur pemeriksaan kasus hukum seperti itu.
Usut punya usut, rupanya SBY saat itu tidak tahan dengan serangan lewat media yang dikelola Paloh.
"Presiden nggak tahan serangan-serangan dari Metro TV sama dari media. Daripada berkepanjangan ribut, dia suruh setop saja," tutur Panda.
Kisah ini kemudian dikonfirmasi ulang kepada Paloh, yang ternyata mendapat respons tidak terduga.
Baca Juga: Fahri Hamzah Sentil Capres Aji Mumpung, Ikut Konvensi SBY sampai Ngekor Surya Paloh, Sindir Anies?
"Saya cerita itu ke Surya Paloh, 'Sur kau pernah diperiksa Kejaksaan?' (dijawab) 'Iya pernah sekali, (sekarang) ya udah enggak lagi'," kata Panda.
"Ada cerita begini lho. Ketawa dia, 'Iya, Pan, aku udah tahu itu'," sambung Panda. "Ya itulah cerita intervensi yang konyol."
Namun ternyata bukan sekali ini saja Paloh menggunakan kekuasaannya untuk menekan pemerintah. Sebab menurut Panda, Paloh juga memaksa Presiden Joko Widodo untuk tidak mengganti Jaksa Agung.
Saat itu adalah HM Prasetyo yang menjabat sebagai Jaksa Agung dan merupakan kader Partai NasDem. Lalu sekitar tahun 2016 atau 2017, Jokowi berniat untuk mengganti HM Prasetyo.
"Surya Paloh cerita ke saya, 'Jaksa Agung-nya kalau diganti, saya sudah bilang ke Presiden, NasDem akan mundur tidak mendukung pemerintahan Jokowi'," terang Panda.
"Ya enggaklah, itu kan mewakili kami, on behalf-nya Partai NasDem, ya enggak bisa (diganti). Aku tanya ke Presiden Jokowi, 'Betul nggak? Terus ada suatu ancaman dukungan NasDem akan ditarik kalau Jaksa Agung dicopot?'" sambungnya.
Saat itu Jokowi menunjukkan sikap tidak ambil pusing meskipun HM Prasetyo nyatanya tak dicopot hingga tahun 2019.
"Tapi terus terang aja ada hikmahnya. Pada periode Prasetyo dan periode Burhanuddin, hitam putih. Bagaimana prestasi Jaksa Agung yang sekarang, spektakuler, signifikan, berani, dan tegas. Itu betul-betul sangat berbeda dengan periode Jaksa Agung sebelumnya," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jokowi Rela Pulang Cepat dari Thailand demi Muktamar Muhammadiyah, Jhon Sitorus Colek NasDem: Ga Malu?
-
'Sejak Dulu Memang Baik-Baik Saja' Pengamat Sangkal Hubungan SBY dan Megawati Kurang Harmonis, Ini Buktinya!
-
NasDem Ngotot Hubungan dengan Jokowi Masih Baik, PDIP: Masa Mau Cerai Tetap Sekamar
-
Politikus Senior PDIP Kritik Anies, 'Gak Ada Bakal Calon Presiden Sudah Berkeliaran', Ganjar Bagaimana?
-
'Sama-sama Berbakat Balas Dendam', Politikus Senior Ngeri Lihat Panasnya Hubungan Jokowi-Surya Paloh: Bisa Runyam!
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Pemangkasan Tarif UMKM hingga 50 Persen di e-Commerce Masih Dibahas Pemerintah
-
Sudah Ditolak, Persija Belum Kapok Kejar Tanda Tangan Eks Pemain AS Roma
-
Proyek Mobil Listrik Nasional di Subang Akan Mulai Produksi di 2028
-
Momen Purbaya Cecar Direktur Kemenhub! Bongkar "Uang Gelap": Lo-Lo Bikin Rugi Devisa Rp 3 Triliun
-
Cicil Emas Lebih Mudah, BRI Hadirkan Layanan Pembiayaan Emas di BRImo
-
Kata Pemprov DKI Soal JPO Viral Tanpa Tangga di Depan Gedung DPR RI
-
Ratusan Pelajar SMA di Karo Diduga Keracunan MBG, Terungkap SPPG Milik Kodim
-
Lawan Arus di Rawa Buaya, Warga Minta Jalur Alternatif ke Duri Kosambi
-
Getol Kritik Dampak Proyek PLTA, Solidaritas Perempuan Poso Sempat Digertak Pejabat Pemkab
-
5 Rekomendasi Tinted Sunscreen untuk Flek Hitam sesuai Review dan Harga