/
Selasa, 22 November 2022 | 15:43 WIB
istimewa

Bakal Koalisi Perubahan antara NasDem, PKS, dan Demokrat belum jadi dideklarasikan usai batal pada 10 November lalu. 

Ketiga partai tersebut masih mengaku berada dalam obrolan di meja untuk menentukan waktu yang tepat melakukan deklarasi bersama. 

Kendati mengaku selalu solid, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebutkan bahwa bakal koalisi tersebut mulai tampak kusut. 

"Pertama saya ingin menegaskan bahwa memang sejak awal ketiga partai ini kan terkesan tinggal deklarasi 10 november, kemudian Anies sebagai capres," ungkap Adi Prayitno dalam perbincangan di Total Politik. 

"Kenapa saya bilang poros ini sedikit rumit bahkan kusut, karena di koalisi ini tidak ada yang begitu dominan sebenarnya, maka dalam perkembangannya Demokrat agak ngegas enggak mau disubordinasi oleh NasDem," imbuhnya. 

Lebih lanjut, kedua partai yang akan bergabung dengan NasDem disebut masih menunggu-nunggu soal siapa yang bakal dipilih Anies sebagai calon wakil presiden (cawapres). 

Pasalnya dua partai tersebut memiliki calon masing-masing untuk cawapres Anies. 

"Karena proposal utama Demorkat kan AHY proposal PKS Aher, kalau enggak dipilih Anies apakah dua partai ini tetap sami'na waato'na dukung Anies?" ujar Adi.  

"Jadi manuver politik semakain kusut belum lagi ada syaiun lain misal tawaran menteri, soal cukong belum kompak, sepertinya Demokrat dan PKS juga sedang mempelajari data karena kalau Aher tidak maju atau AHT tidak maju maka dua partai ini rugi besar," imbuhnya. 

Baca Juga: 30 Rumah Dan Gereja Rusak Akibat Gempa Bumi 4 Detik di Kupang

Menurut Adi, kerumitan kepentingan tiga partai dalam bakal Koalisi Perubahan ini masih sulit ditaklukan. 

"Itu yang saya sebut cinta segitiga yang rumit, Anies merasa jatuh cinta ke AHY juga ke Aher, sama-sama di PHP."

Load More