/
Senin, 28 November 2022 | 10:21 WIB
Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. [ANTARA/Aris Wasita] ([ANTARA/Aris Wasita])

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memang dikenal sering kali berdialog dengan warganya di Twitter.

Gibran dalam Twitternya menanggapi bebagai aduan, bahkan ada yang dari luar wilayah kewenangannya. Seperti keluhan seorang warga Kabupaten Klaten tentang tambang pasir ilegal

Pada cuitanya, akun bernama @amr715882 mengadu pada Gibran agar disampaikan pada Jokowi soal tambang pasir ilegal di Kabupaten Klaten yang dibiarkan begitu saja. 

"Mas, sampaikan ke Pak @jokowi untuk menindak tambang pasir ilegal yang ada di Kabupaten Klaten, lebih dari 20 titik lokasi tapi dibiarkan @ListyoSigitP @ganjarpranowo," tulis akun tersebut. 

Gibran sendiri menjawab aduan akun @amr715882. Menurut Gibran Bupati Klaten sendiri sering mengeluhkan kondisi tambang pasir ilegal padanya. 

Dia juga mengungkap backingan menyeramkan dari para penambang ilegal tersebut. 

"Ya pak. Ini bupati juga beberapa kali mengeluh ke saya, backingannya ngeri," balas Gibran pada Minggu (28/11/2022). 

Cuitan Gibran sontak mengundang berbagai respons dari warganet. 

"Sebenarnya sama kayak di Magelang. Terkait tambang pasir ini, sekelas anak presiden aja bilang 'backingan nya ngeri', apalagi aku yang hanya orang sepele," komentar warganet. 

Baca Juga: Mengintip 11 Konsep Prewedding Kaesang dan Erina, dari Persis Solo hingga Kenalkan Pakaian Adat Indonesia

"Sekelas pemimpin aja nulis 'backingannya ngeri' apalagi gue rakyat biasa, enggak ada power apa-apa hidup di dunia ini. Jangan cari masalah aja deh udah cukup, daripada ribut sama orang lain," imbuh warganet lain. 

"Ngeri bukan berarti lawannya itu superpower, tapi kadang juga soal nurani, lawannya mungkin enggak begitu kuat, tapi mereka sangking ngeyelnya bisa menghalalkan segala cara termasuk neror warga sekitar tanpa nurani," tambah lainnya. 

"Laaa bekingane orang nomer satu saja ngomong ngeri, berarti ada yang di atasnya orang nomer satu Mas?" tulis warganet di kolom komentar. 

"Ini Pak Gibran udah mantab dengan penuh keterbukaan, masyarakat coba buat musyawarah berserikat, kalau 70 persen masyarakat kompak ada harapan Pak Gibran harusnya punya keberanian," timpal lainnya. 

Load More