Beredar video Youtube dengan klaim yang menyebutkan bahwa Presiden Jokowi langsung mengambil alih persidangan pembunuhan Yosua.
Dari 5 terdakwa dalam perkara tersebut, Jokowi langsung menyeret Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan untuk dieksekusi.
Informasi itu diunggah lewat akun Youtube dengan nama pengguna RODA POLITIK.
“Jokowi Ambil Alih Persidangan, Sambo Langsung Diseret Paksa Untuk Dieksekusi,” tulis narasi pada thumbnail video.
Sedangkan, narasi pada judul video adalah ‘Jokowi dengan Tegas Lakukan ini Ferdy Sambo Langsung Seret Untuk Dieksekusi’.
Thumbnail pada video berdurasi 8.05 detik itu memperlihatkan suasana di dalam ruang sidang. Tampak gambar Presiden Jokowi mengenakan baju putih dan masker sambil menunjuk seseorang yang ada di depannya yaitu gambar Ferdy Sambo.
Lebih lanjut, di gambar tersebut, mantan Kadiv Propam Polri itu duduk di kursi panas. Beberapa orang berusaha menggotong Ferdy Sambo. Di sisi kanan pojok, terpampang juga gambar pengacara Bharada E, Ronny Talapessy.
Apakah klaim pada thumbnail tersebut benar?
Berdasarkan penelusuran tim pencari fakta, unggahan video Youtube itu adalah hoax atau tidak benar.
Penjelasan
Fakta pada video, klip awal mempertontonkan wawancara dengan pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang berbicara soal vonis Sambo. Kamaruddin mengaku tak ingin jika Sambo dihukum mati. Dia berharap agar Sambo bertobat dan mengakui kesalahannya.
Klip selanjutnya memperlihatkan podcast pengacara Bharada E, Ronny Talapessy. Dia mengatakan, Bharada E mengalami trauma di usia 24 tahun karena terlibat perkara pembunuhan terhadap teman sesama polri.
Kemudian, klip berikutnya adalah pengacara Ferdy Sambo, Febri Diansyah saat menceritakan skenario tembak menembak di Duren Tiga.
Sampai akhir video, tidak ada momen Presiden Jokowi datang ke persidangan seperti yang diklaim pada thumbnail unggahan.
Sebagaimana diketahui, pada 8 Juli 2022, Brigadir Yosua tewas di Kompleks Polri Duren Tiga. Otak pembunuhan adalah senior korban yaitu Ferdy Sambo.
Tag
Berita Terkait
-
Soal Pemilu 2024, Presiden Jokowi Minta Tak Ada Politik Adu Domba: Negara Ini Harus Aman!
-
Jaksa Putar Rekaman CCTV Saat Senapan Ferdy Sambo Jatuh
-
Gaji Polisi Ferdy Sambo Bisa Biayai Pengeluaran Belanja Sampai Rp 600 Juta, Gimana Cara Atur Anggaran Biar Gak Nombok?
-
Terus Memanas! Ferdy Sambo Bakal Buka Suara Terkait Bantahan Kabareskrim Soal Suap Tambang Ilegal Usai Sidang Brigadir J
-
Fahri Hamzah Sempat Geer Saat Jokowi Sebut Ciri Pemimpin Ideal 'Kerutan' dan Rambut Putih: Kira-kira Samalah
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'