Politisi PDI Perjuangan, Deddy Sitorus menyayangkan kegiatan besar yang dibesut oleh relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Gelora Bung Karno (GBK) yang diselenggarakan beberapa waktu lalu. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak dilakukan hati-hati sehingga memicu banyak konflik baru.
“Kita semua harus hati hati. Kami tidak marah, kami hanya mengkritik karena kami sayang Jokowi dan relawan. Itu saja alasannya,” katanya saat hadir dalam Catatan Demokrasi yang dikutip dari Kanal Youtube tvOneNews pada Rabu, (29/11/2022).
Kritikan tersebut, menurutnya, bukan sekonyong-konyong tanpa alasan. PDIP gemas karena acara Nusantara Bersatu menghilang banyak momen penting, salah satunya mengenai keberhasilan presidency KTT G20 di Bali lalu.
Seharusnya, momen itu dimanfaatkan untuk mengatakan keberhasilan G20 yang menghabiskan milyaran rupiah tersebut. Sayangnya, hal itu tidak terjadi. Justru yang ada hanya relawan yang kumpul di Senayan, mereka mendengarkan diksi "rambut putih” sampai dengan pernyataan siap tempur relawan Jokowi.
“Kita baru saja menyelesaikan presidency G20 yang mencapai begitu banyak hal yang mempengaruhi masyarakat dunia pada masa yang akan datang, tapi hilang itu semua,” tuturnya.
“Rp 600 miliar bubar sehari gara-gara urusan di GBK. Ini seharusnya jadi diskusi publik,” lanjutnya.
Hal senada juga diungkap anggota DPR Adian Napitupulu yang mengaku tak menghadiri undangan pada acara Nusantara Bersatu di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) kemarin. Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membeberkan alasannya.
Untuk diketahui, Nusantara Bersatu adalah ajang silaturahmi relawan Jokowi dan dihadiri langsung oleh sang presiden tersebut.
Dalam tayangan yang dilihat dari Kanal Youtube BeritaSatu, Adian menilai bahwa acara tersebut bukan prioritasnya sebagai anggota DPR.
Baca Juga: Survei Charta: PDIP Berpotensi Ditinggalkan Pemilih Jika Tak Usung Ganjar Capres 2024
“Saya merasa nggak penting, buat apa sih . Dan perdebatan saat diundang pertama juga tanya. Ini targetnya apa tujuannya apa gitu loh,” katanya dikutip pada Selasa, (29/11/2022).
Sejak awal undangan sampai kepada Adian, dirinya memang enggan untuk datang meski Jokowi hadir.
Pasalnya, Adian mengaku ingin fokus membantu rakyat yang tengah kesulitan pasca pandemi, belum lagi masalah yang akan dihadapi pada 2023 yaitu resesi ekonomi dunia.
Jika mengaku relawan Jokowi, seharusnya mereka bukan mengumpulkan massa besar tapi membantu masyarakat yang terdampak musibah.
Misalnya, lanjut adian, relawan turun ke rakyat tunjukan bahwa Jokowi hadir di tengah-tengah rakyat dalam wajah relawan, bukan di acara-acara seperti itu.
“Ada prioritas dan kita harus konsisten. Kita kemarin bikin posko di Cianjur sama sama. Kirim balasan tenda terus bantuan segala macam. Kita juga melakukan pengobatan gratis, abis pandemi rakyat harus diperiksa. Dan menurut saya itulah relawan,” tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Dapat Informasi A1, Pengamat Bongkar Pasangan Capres-Cawapres Pilihan Jokowi: Sampai Disiapkan 'Sekoci'
-
Gerakan Nusantara Bersatu: Manuver Politik Jokowi, Sinyal Adu Kuat dengan Megawati dan PDIP di Pilpres 2024
-
Soal Kriteria Pemimpin versi Jokowi, Kepala BIN Berseloroh: 100 Persen Identik Prabowo
-
Jokowi Beri Lampu Hijau Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir, BUMN Ikut?
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Sajikan Kelapa Utuh dalam Menu MBG, BGN Hentikan 9 SPPG di Gresik
-
Jangan Panik Kehabisan Gas! Pertamina Banjiri Jateng dan DIY 9 Juta LPG 3 Kg Jelang Lebaran
-
Mauricio Souza Tantang Pengamat usai Persija Ditahan Dewa: Sebut Satu Tim yang Lebih Baik dari Kami!
-
Empat Ruas Tol Ini Dibuka Fungsional Dukung Arus Mudik Lebaran 2026, Ada Jogja-Solo
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
IHSG Makin Terperosok di Senin Pagi, Kembali Bergerak ke Level 6.000
-
Persib Imbang di Samarinda, Marc Klok Soroti Peluang Emas di Menit Akhir
-
Sidak Pasar Rawasari, Mendag Busan Pastikan Harga Pangan Stabil Jelang Lebaran
-
Praperadilan Ditolak, Piche Kota Tetap Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Lebaran Makin Dekat, Daging Sapi 'Ngadat' di Harga Normal: DPR Desak Pasar Murah Secara Masif