Bisnis / Makro
Senin, 15 Juni 2026 | 17:31 WIB
PT BUMI Resources Tbk [Suara.com/HD-AI]
Baca 10 detik
  • Harga saham PT Bumi Resources Tbk naik 10,19 persen ke level Rp173 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Senin (15/6).
  • Kenaikan harga didorong oleh tingginya volume perdagangan domestik serta intensifnya minat beli investor mancanegara dalam dua pekan terakhir ini.
  • Perusahaan mengalihkan fokus bisnis melalui diversifikasi ke sektor logam dan pengembangan proyek hilirisasi batubara untuk memperkuat fundamental jangka panjang.

Suara.com - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan performa impresif pada pembukaan draf perdagangan awal pekan. Pada sesi penutupan pasar Senin (15/6), harga saham berkode BUMI parkir di level Rp173 per lembar, atau mengalami draf kenaikan sebesar 10,19 persen jika dikomparasikan dengan draf posisi pembukaan pada pagi hari yang sama.

Laju apresiasi pada akhir sesi ini terhitung sedikit mengalami draf moderasi apabila disandingkan dengan draf dinamika perdagangan pada paruh pertama hari. Pasalnya, pada sesi pertama jeda siang, saham BUMI sempat meroket hingga 17,83 persen dan menyentuh draf puncaknya di level Rp185 per saham.

Gairah para pelaku pasar dalam memburu saham pertambangan ini teercermin nyata lewat draf volume perdagangan yang luar biasa masif. Berdasarkan draf rekapitulasi data harian bursa:

  • Volume Saham Ditransaksikan: Mencapai 8,02 miliar lembar saham.
  • Frekuensi Perdagangan: Tercatat sebanyak 123.888 kali transaksi.
  • Nilai Omset Transaksi Bersih: Menembus angka Rp1,42 triliun.

Mengacu pada draf informasi pasar Stockbit Sekuritas pada paruh perdagangan harian, emiten ini membukukan nilai beli bersih domestik harian (net buy) mencapai Rp205 miliar.

Tren positif ini sekaligus menempatkan saham BUMI ke dalam draf daftar portofolio komoditas tambang yang paling intensif diincar oleh kelompok investor mancanegara dalam kurun waktu dua pekan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kenaikan yang terjadi pada awal pekan ini merupakan draf kelanjutan dari tren penguatan pada hari Jumat (12/6) sebelumnya, di mana BUMI ditutup melonjak 12,14 persen ke level Rp157 per saham melalui draf perputaran harian 6,63 miliar lembar senilai Rp1,03 triliun.

Berikut draf dinamika arus modal internasional pada saham BUMI dalam beberapa pekan ke belakang:

  • Periode 8–12 Juni 2026: Mencetak akumulasi net buy asing senilai Rp40,71 miliar, dibarengi draf lonjakan harga saham sebesar 12,95 persen.
  • Periode 2–5 Juni 2026: Membukukan net buy asing mencapai Rp266,64 miliar. Aksi beli defensif ini dilancarkan pemodal global untuk memanfaatkan momentum koreksi harga saham BUMI yang kala itu merosot 17,26 persen.
  • Periode 25–29 Mei 2026: Berbanding terbalik dengan kondisi awal Juni, di mana saham ini sempat mencatatkan draf jual bersih (net sell) asing senilai Rp219,64 miliar.

Dari sisi draf demografi investor, basis partisipasi publik pada emiten ini dilaporkan tumbuh masif. Per akhir Mei 2026, jumlah entitas pemegang saham BUMI membeludak sebanyak 11.298 pihak, sehingga draf akumulasi totalnya melonjak menjadi 590.547 investor dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebanyak 579.249 pemegang saham.

Seiring dengan itu, draf porsi saham publik yang beredar di pasar (free float) merangkak naik ke posisi 43,06 persen dari draf rasio terdahulu sebesar 37,77 persen.

Baca Juga: Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

Adapun untuk posisi draf penerima manfaat akhir dari jalannya operasional Bumi Resources dipastikan tetap berada di bawah kendali Nirwan Dermawan Bakrie dan Anthony Salim.

Logo lama PT BUMI Resources Tbk [Suara.com]

Target Harga Saham BUMI, Diversifikasi Logam dan Hilirisasi Batubara

Berdasarkan draf rujukan riset dari Maybank Sekuritas, draf reposisi fundamental PT Bumi Resources Tbk kini mengalami pergeseran paradigma.

Korporasi tidak lagi dipandang oleh pasar sebagai produsen komoditas batubara murni (pure-play coal). Langkah draf diversifikasi bisnis ke sektor logam mulai memberikan draf kontribusi riil yang tecermin pada draf laporan keuangan teranyar.

Analis Maybank Sekuritas, menguraikan bahwa pemulihan kurva pendapatan BUMI disokong oleh draf eksposur komoditas emas dan perak yang diproduksi melalui entitas anak usahanya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Selain itu, kepastian draf kontrak penjualan (offtake) jangka panjang selama 7 tahun dengan raksasa komoditas global, Glencore, kian mempertegas draf ekspansi korporasi ke sektor pertambangan tembaga.

Load More