/
Kamis, 19 Mei 2022 | 19:01 WIB
Imigrasi Bandarlampung

Jakarta, suara.com- Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan bahwa percepatan era transformasi digital akibat pandemi Covid-19 harus dijadikan peluang untuk mencapai lompatan kemajuan. Hal itu disampaikan Yasonna saat memberikan sambutan dalam wisuda Universitas Krisnadwipayana, di Jakarta.

“Pandemi Covid-19 memengaruhi banyak hal, kita dipaksa untuk berubah dan menerima sebuah kondisi new normal serta memasuki era transformasi digital yang belum pernah kita bayangkan sebelumnya,” kata Yasonna, Kamis (19/5/2022).

Yasonna menyatakan, perkembangan teknologi yang sangat cepat membutuhkan kemampuan beradaptasi yang cepat pula. Hal itu menjadi salah satu kemampuan penting bagi civitas akademica dan institusi perguruan tinggi untuk meraih sukses yang diharapkan.

“Pola pikir kampus atau perguruan tinggi harus didorong menuju perguruan tinggi entrepreneur yang mengusung prinsip growth mind set,” ujar Guru Besar Ilmu Kriminologi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) tersebut.

Tri Dharma Perguruan Tinggi, ungkap Yasonna, juga harus dijaga dan dipertahankan sebagai pilar utama. Bukan saja edukasi sebagai dharma utama, tetapi juga menjadikan edukasi, riset dan pengabdian kepada masyarakat sebagai kesatuan yang utuh atau integratif, saling mendukung, dan menguatkan.

Yasonna menegaskan, kurikulum-kurikulum di perguruan tinggi harus merespons dan adaptif terhadap perkembangan zaman serta teknologi yang sangat cepat dan dinamis.

“Perguruan tinggi tidak boleh terjebak pada konservatisme baik kurikulum maupun metode pengajarannya,” ujar Yasonna, di hadapan 1.231 wisudawan program sarjana, magister, dan doktor Universitas Krisnadwipayana tersebut.

Yasonna juga menegaskan bahwa Kementerian Hukum dan HAM menjadikan perguruan tinggi sebagai mitra strategis yang banyak menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkerja sama dalam perencanaan, pembangunan, pembinaan, dan penegakan hukum. 

Load More