Metro, Suara.,com- Nama penerbit Pensil Bersejarah memang belum banyak dikenal oleh banyak kalangan di Kota Metro. Meski demikian Saat ini Pensil bersejarah tercatat sebagai satu-satunya anggota Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) di Metro.
Adi Setiawan sebagai pengelola penerbitan menjelaskan bahwa dewasa ini, industri perbukuan sedang sakit berat akibat pandemi Covid-19.
“Data IKAPI menyebut penjualan mayoritas penerbit (58,2 persen) anjlok lebih dari 50 persen. Sebanyak 29,6 persen penerbit lainnya mengalami penurunan 31-50 persen,”ungkap sarjana alumni UM Metro tersebut.
Dihubungi terpisah, Ketua IKAPI Lampung Ikhsan mengatakan bahwa dunia perbukuan sebagai sokoguru literasi baca-tulis saat ini masih diperlakukan sebagai industri komoditas belaka. Meski penerbitan menjadi salah subsektor industri kreatif namun saat ini belum tampak menjadi subsektor unggulan.
“Hingga sekarang, masih banyak orang tidak dapat membedakan penerbit buku dengan percetakan buku, tak paham ada proses kreatif, kekayaan intelektual, dan cita-cita kecerdasan bangsa di dalamnya,”ungkap pemilik Aura Publishing tersebut.
Menurut Ikhsan penerbitan sendiri didalamnya tak hanya soal penulis dan percetakan, ada editor, desain grafis hingga layouter didalamnya sehingga membuka lapangan kerja.
Meski demikian Adi dan Pensil Bersejarah terus berusaha menyalakan semangat ditengah berbagai keterbatasan. Lewat program Satu Bulan Satu Buku Baru Pensil Bersejarah berusaha konsisten namun tetap realistis menjaga semanggat. Sejak kehadirannya di akhir tahun 2021 setidaknya telah sembilan judul buku telah diterbitkan dan hampir semuanya bertema sejarah.
“Tema sejarah menjadi pilihan brand yang membedakan dengan penerbitan lainnya yang telah ada, terlebih kami adalah penerbit kecil,” ungkap Guru Sejarah tersebut.
Adi juga berharap penyusunan kurikulum lokal yang tengah digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Metro kelak akan memberi dampak pada tumbuhnya penulis dan penerbitan buku-buku sejarah, khususnya sejarah lokal. Meski hal tersebut diakuinya tidaklah mudah karena apresiasi terhadap buku di Kota Metro yang baru saja mendeklarasikan diri sebagai Kota Literasi masih cukup rendah.
“Ya tentu kita berharap lewat digagasnya kurikulum sejarah lokal harapannya hal tersebut bisa berdampak pada tumbuhnya para penulis dan perkembangan penerbitan buku dan ekonomi kreatif itu sendiri,”harapnya.
Menjelang HUT Kota Metro ke-85 Pensil Bersejarah bersama puluhan penulis di Metro menggarap buku berjudul 85 Tahun Kota Metro: Kenangan, Harapan dan Gagasan.
“Buku ini sendiri merupakan kerja bersama para penulis dari berbagai latar belakang dan kami selaku penerbit lokal sebagai upaya melakukan hal yang berbeda untuk memperingati hari jadi Kota Metro sekaligus meningkatkan budaya literasi”pungkasnya.
Berita Terkait
-
Perempuan dan Pentingnya Budaya Literasi: Bekal Melek di Era Digital!
-
Ironi Literasi di Indonesia: Buku Masih Terlalu Mahal bagi Banyak Orang
-
Paradoks Literasi: Mengapa Kita Banyak Membaca tetapi Sedikit Memahami?
-
Menonton Pesta Babi di Sidrap: Tentang Literasi dan Larangan yang Ironis
-
Gontor dan Jago Syariah Kolaborasi Edukasi Finansial untuk Santri
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Drama yang Bikin Susah Move On: Snowdrop dan Luka yang Ditinggalkannya
-
BTN Salurkan KPP Hampir Rp3 Triliun
-
VinFast VF MPV 7 Buatan Subang Resmi Mengaspal Ramaikan Segmen Mobil Listrik Keluarga
-
Medan Jadi Pusat Pembelajaran Lapangan, Pasdik Sespimmen Polri Godok Kepemimpinan Transformatif
-
Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
-
Diduga Cacat Hukum! DPRD Panggil BKPSDM Terkait Perpanjangan Jabatan Sekda Tangsel
-
Jerat Prostitusi Online Menyasar Anak-Anak Broken Home di Blitar
-
Revisi UU Polri, Menkum Sebut Aturan Penempatan Personel di Kementerian Akan Dimatangkan
-
Prabowo Minta Purbaya Ganti Pimpinan Bea Cukai, Singgung Kasus Era Orde Baru
-
Menkum Supratman Sebut Revisi UU Pemilu Belum Urgen Dibahas: Masih Bisa Pakai yang Lama