Terobosan SEAQIL Menginisiasi Penyusunan Standar Kompetensi Pengajar (SKP) BIPA
Komitmen SEAQIL lainnya dalam upaya mewujudkan salah satu cita-cita bangsa Indonesia, yaitu menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu lingua franca di Asia Tenggara telah ditunjukkan dengan menginisiasi penyusunan Standar Kompetensi Pengajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (SKP BIPA).
Direktur GTK Dikdas mengatakan, penyusunan SKP BIPA penting karena hingga kini belum tersedianya standar kompetensi pengajar BIPA yang dapat menjadi acuan oleh lembaga penyelenggara BIPA di wilayah nasional, regional, dan internasional. “Dengan hadirnya SKP BIPA terbitan SEAQIL pada tahun 2022 ini, secara internal SEAQIL telah memiliki dokumen acuan standar dalam hal penyelenggaraan kegiatan ke-BIPA-an,” tutur dia.
Sementara itu, dalam lingkup eksternal, SKP BIPA menurut Rachmadi dapat digunakan oleh pengajar dan/atau penyelenggara BIPA di wilayah nasional, regional, dan internasional dalam penyelenggaraan dan pengembangan kegiatan ke-BIPA-an, khususnya dalam pengembangan dan peningkatan kompetensi pengajar BIPA.
Oleh karena itu, Kemendikbudristek terus mendorong upaya SEAMEO dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat Asia Tenggara. “Semoga Standar Kompetensi Pengajar BIPA dapat memberikan manfaat dan menjadi acuan dalam pengembangan kegiatan ke-BIPA-an di tanah air dan kawasan Asia Tenggara,” harap Direktur GTK Dikdas mengakhiri sambutannya.
Narasumber yang turut berbincang pada kesempatan ini, Felicia N. Utorodewo turut menyampaikan harapannya. “Semoga dokumen ini dapat digunakan sebagai acuan dalam mengembangkan kompetensi Bapak/Ibu dan pengajar sehingga akhirnya kita dapat tampil lebih optimal dalam menjalankan tugas menjadikan Indonesia sebagai bahasa dunia,” tuturnya saat memberikan pernyataan penutup.
Dalam hal pengembangan SKP BIPA, Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani menjelaskan bahwa SEAQIL menyusun dokumen acuan dan/atau pedoman kerja SEAQIL dalam pelaksanaan berbagai program terkait BIPA pada tahun-tahun selanjutnya, seperti seminar, pendidikan dan pelatihan (diklat), lokakarya, penyusunan modul, pembuatan video pembelajaran, dan lain-lain.
Luh Anik dalam penjelasannya menyebut bahwa SKP BIPA juga dikembangkan sebagai upaya untuk menyediakan standar yang dapat dijadikan acuan oleh pengajar dan/atau penyelenggara BIPA, pemangku kepentingan lainnya serta pengambil kebijakan untuk menjaga kualitas pengajar BIPA dalam lingkup nasional, regional, bahkan internasional.
“Dalam penyusunannya, SEAQIL melibatkan para ahli, pengajar, peneliti, pemerhati, dan pegiat BIPA dari berbagai lembaga, baik penyelenggara BIPA formal dan nonformal maupun mandiri,” jelasnya seraya berharap bahwa standar kompetensi ini dapat dimanfaatkan secara luas oleh berbagai lembaga formal dan nonformal penyelenggara BIPA.
Baca Juga: Pelaku Ekraf Gorontalo Didorong Olah Jagung Jadi Produk Berdaya Saing
Turut hadir para Direktur SEAMEO Centre di Indonesia; jajaran Deputi Direktur SEAMEO Centre di Indonesia; para Atase Pendidikan dan Kebudayaan serta Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial, dan Budaya KBRI di Wilayah Asia Tenggara; para rektor universitas mitra SEAQIL dan pimpinan perguruan tinggi; tim penggagas, penyusun, penelaah dan pembahas SKP BIPA; para kepala sekolah mitra SEAQIL; serta para mahasiswa pendamping KLS.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Tarif Naturalisasi Rp75 Juta, Pakar Minta Pemerintah Tak Jadikan Kewarganegaraan Hak Orang Berduit
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Waspada! KPAI Ungkap Anak Indonesia Kini Terjebak 'Industri Kecemasan' dan 'Candu Digital'
-
Alarm Diabetes Indonesia: Skrining BPJS Belum Mampu Menjangkau Jutaan Kasus Tersembunyi?
-
Sekolah Masih Kekurangan Guru, PGRI Tolak Anggaran Pendidikan Dipangkas demi MBG
-
Lawan Hama Wereng, Petani Boyolali Andalkan Teknologi Drone
-
Kasus TPPU Memasuki Babak Baru: Eks Jampidsus Masuk Daftar Panggil, Kejagung Terbitkan Sprindik ke-4
-
BUMI Hingga BULL Jadi Saham Rekomendasi di Tengah Gejolak Minyak, Cek IHSG Hari Ini
-
Revisi UU Pemilu Harus Perkuat Demokrasi, Bukan Sekadar Ubah Aturan
-
Sepatu On Cloud Ori Apakah Dijual di Shopee? Begini Cara Membeli Produk Asli yang Aman