/
Jum'at, 20 Januari 2023 | 12:41 WIB
Tangkapan layar video dengan narasi Anies Baswedan dan istri, Fery Farhati, tiba di KPK terkait dugaan kasus korupsi bansos DKI 2020. (Facebook/Kang Bravo)

Artikel yang dinarasikan diambil dari situs seword.com dan membahas perihal sedikitnya partai politik yang ikut mengomentari dugaan kasus korupsi ini. Menurut penulis artikel, yang paling vokal adalah PSI.

Video juga memperlihatkan potongan wawancara Presiden Joko Widodo, yang ternyata direkam ketika mengomentari penetapan status tersangka KPK atas eks Menteri Sosial Juliari Batubara.

"Pernyataan Presiden RI terkait Penetapan Mensos sebagai Tersangka KPK, Istana Bogor, 6 Desember 2020," seperti itulah judul video wawancara Jokowi yang asli yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Lewat video itu disebutkan Jokowi yang menghormati proses hukum yang berjalan di KPK, termasuk terkait penetapan status tersangka terhadap Juliari Batubara.

Di sisi lain, faktanya tidak ada informasi kredibel mengenai penangkapan Anies dan Fery terkait dugaan korupsi bansos DKI 2020. Bahkan sampai sekarang tak ada informasi kredibel mengenai keterlibatan Anies maupun istrinya dalam dugaan kasus rasuah tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa video unggahan akun YouTube Kang Bravo memuat informasi yang salah.

Faktanya tidak ada informasi keterlibatan Anies Baswedan dan istrinya, Fery Farhati, di dugaan kasus korupsi bansos DKI 2020.

Tidak ada pula informasi mengenai Anies dan Fery yang datang ke KPK dengan narasi terkait dugaan kasus korupsi bansos DKI.

Baca Juga: Segera Terbitkan Larangan Kampanye Politik di Tempat Ibadah, Menag Yaqut: Mari Sama-sama Jaga Rumah Ibadah Kita

Dengan demikian, video viral tersebut dapat dinyatakan hoaks dengan kategori konten yang dimanipulasi, yakni penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu.

Load More