- GMNI DKI Jakarta dan HMI melakukan unjuk rasa di kantor PT Agrinas dan KPK pada 13 Mei 2026.
- Massa mendesak pengusutan dugaan korupsi proyek Koperasi Desa Merah Putih senilai Rp112 triliun terkait selisih anggaran fisik.
- Demonstran menolak pelibatan unsur militer dalam bisnis sipil dan mendesak KPK melakukan audit investigatif secara transparan dan berani.
Suara.com - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, bersama HMI melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor PT Agrinas Pangan dan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ketua Dewan Pimpinan Daerah DKI Jakarta, Dendy mengatakan aksi yang dilakukan merupakan respons keras terhadap dugaan skandal mega korupsi senilai Rp112 triliun pada proyek Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dendy menegaskan dalam proyek KDMP yang seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan, hal ini justru menjadikan proyek tersebut disinyalir sebagai alat hisap para kapitalis birokrat bersama dengan militer.
Dendy menyoroti soal dugaan selisih anggaran yang tidak masuk akal dalam realisasi fisik di lapangan.
"Negara menganggarkan Rp3 miliar per unit desa, tapi faktanya di lapangan hanya senilai Rp1,6 Miliar. Ada Rp1,4 Miliar uang yang menguap per desa,” kata Dendy, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2026).
“Jika dikalikan 80.000 titik, ini adalah perampokan sebesar Rp112 Triliun! Kami tidak akan membiarkan satu rupiah pun uang rakyat dicuri oleh mafia proyek," imbuhnya.
Dendy juga menyoroti soal dugaan keterlibatan pihak TNI, dalam manajemen PT Agrinas dan pengadaan material bangunan.
Dendy menilai hal ini sebagai langkah mundur demokrasi. Sebab, melanggar UU TNI soal pelibatan militer dalam urusan bisnis sipil mencederai UU No 34 Tahun 2004.
Kehadiran militer di ranah agraria, lanjut Dendy, hanya akan menimbulkan rasa takut bagi rakyat desa dalam mengelola hak ekonominya sendiri.
Baca Juga: Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
"TNI harus kembali ke barak. Jangan jadikan prajurit sebagai tameng atau vendor material untuk kepentingan segelintir elite korporasi," ujar Dendy.
Dendy meminta agar KPK mengusut temuan ini. Dendy menilai sejauh ini KPK dianggap tidak memiliki nyali dalam menghadapi aktor-aktor besar di balik PT Agrinas.
"KPK seolah lumpuh jika sudah berhadapan dengan kekuatan militer. Jika KPK tidak berani melakukan audit investigatif, maka legitimasi KPK di mata rakyat sudah habis,” ungkapnya.
Adapun, dalam aksi kali ini, pihak GMNI Jakarta menyampaikan sejumlah tuntutan diantaranya:
1. Mendesak Kejagsaan Agung dan KPK membongkar selisih anggaran Rp112 Triliun proyek KDMP;
2. Mempercepat Kepala PT Agrinas dan Kejaksaan dan KPM harus Periksa Kementerian Koperasi dan hentikan monopoli logistik yang merugikan rakyat;
3. Stop impor kendaraan pick-up dan material luar negeri. Gunakan hasil keringat industri nasional;
4. Tolak keterlibatan TNI dalam urusan agraria dan koperasi;
5. Berikan hak pengelolaan koperasi sepenuhnya kepada rakyat desa, bukan birokrat pusat dan Militer yang Feodalistik.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali