Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belakangan menuai banyak dukungan usai menyatakan kesiapannya menjadi calon gubernur.
Meski tak menyebutkan di provinsi mana Gibran akan menjabat nanti, banyak yang menduga putra sulung Presiden Joko Widodo itu siap bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah.
Wacana ini turut disorot oleh pengamat politik Rocky Gerung, apalagi karena PDI Perjuangan selaku partai politik pengusung Gibran malah cenderung tidak banyak berkomentar.
Rocky menyebut Gibran memang ada potensi untuk maju. Kemampuan para pesaing politiknya juga kurang lebih serupa. Namun ada satu hal mendesak yang membuat Gibran nekat untuk bertarung di jenjang politik yang lebih tinggi.
"Tetapi Gibran dia berpikir, selama ayahnya itu masih punya kekuatan akhir, tentu dia mesti ucapkan itu (siap maju cagub)," ungkap Rocky, dikutip dari kanal YouTube-nya, Senin (23/1/2023).
"Kalau kita bayangkan Gibran maju tahun 2024 dan masih di era wilayah pengaruh Jokowi sebagai presiden kendati sudah lame duck (bebek lumpuh), itu potensi masih ada. Jadi ada imbas dari kekuasaan bapaknya," lanjutnya.
Menurut Rocky, Gibran sudah menyerap banyak ilmu politik dari Jokowi. Namun Rocky juga mengingatkan bahwa Gibran kemungkinan besar akan berhadapan dengan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang diduga siap mencalonkan diri di DKI Jakarta pasca masuk Partai Golkar.
"Kalau Gibran ke Jakarta itu lompatnya terlalu jauh. Masih ada Gubernur Jawa Tengah yang bisa dia jadikan model percontohan kepemimpinan dia," tutur Rocky.
"Kalau Gibran lompat tinggi, itu artinya nantangin Megawati. Mestinya diam saja. Jadi sekali lagi Gibran diumpankan untuk menguji apakah ketegangan antara Megawati dan Jokowi memanas, meninggi, atau menurun," imbuhnya.
Baca Juga: Kronologi Kebakaran Masjid di Garut Karena ODGJ, Berawal dari Kedinginan
Faktor lain yang membuat Gibran nekat membidik DKI Jakarta adalah demi mencari lawan politik. Pasalnya kemungkinan besar Gibran tidak akan mendapat pesaing yang mumpuni di Jateng, kendati PDIP pasti siap memberikan tiket.
Di sisi lain, rencana politik Gibran juga dinilai membuat Megawati jengkel. Gibran rupanya seperti dianggap memutuskan sendiri tanpa mempertimbangkan peran Megawati sebagai Ketua Umum PDIP.
"Tapi tetap mempertimbangkan bahasa tubuh Ibu Mega, (sebab) sekali lagi Megawati tentu masih punya rasa jengkel saja terhadap Istana," terang Rocky.
"Itu yang terbaca pada statement dari anggota PDIP, 'Ini belum waktunya', ya gimana belum waktunya wong semua orang sudah bersiap mencari kader kok," sambungnya.
Pasalnya saat ini Megawati masih menimbang-nimbang nama yang akan dicalonkan PDIP di Pemilihan Presiden 2024, tetapi di sisi lain juga didesak untuk mempersiapkan kader untuk dicalonkan di beberapa wilayah metropolitan seperti DKI Jakarta dan Jateng.
Tag
Berita Terkait
-
Momen Megawati di Hari Ulang Tahun: Unjuk Kebolehan Nyanyi Lagu Frank Sinatra
-
Tak Dukung Puan Jadi Capres, Guntur Soekarnoputra Dapat Kue di Pesta Ulang Tahun Megawati
-
"Sudah Diputuskan" Erick Thohir Bongkar Capres Berambut Putih di Acara Ultah Megawati?
-
Tak Kalah Berprestasi dari Gibran, Bobby Nasution Wali Kota Medan Ikut-ikut Maju Cagub?
-
CEK FAKTA: KPK Tak Becus Tangani Kasus Korupsi Gibran, Kejagung Turun Tangan Bikin Jokowi Depresi, Benarkah?
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'