Ilham Wahyudi adalah seorang pedagang burung warga Desa Buddih Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang mengalami kejadian "luar biasa". Rekening di Bank Centra Asia (BCA) atas namanya diblokir berdasarkan perintah dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dikutip dari Suara.com yang menyitat beritajatim.com, kejadian dirasakan saat sang pemilik rekening ini akan melakukan transfer uang ke salah satu temannya. Akan tetapi gagal karena rekening diblokir.
"Setelah beberapa jam, kami kembali coba melakukan transfer, tapi tetap tidak bisa. Selanjutnya kami menghubungi CS (Call Center) dan diminta untuk langsung ke CS (Customer Service) di kantor BCA," jelas Ilham Wahyudi.
"Petugas CS menyampaikan jika dapat surat dari KPK. Rekening dibekukan atas permintaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 11 Januari 2023," papar lelaki usia 39 tahun itu.
Penjelasan dari pihak BCA tertanggal 16 Januari 2023 berbunyi:
Berdasarkan permintaan dari KPK sebagaimana yang dimaksud dalam surat R/35/DAK.01.00/20-23/01/2023, tanggal 11 Januari 2023 perihal pembukaan blokir rekening atas nama Ilham Wahyudi pada tanggal 13 Januari 2023.
Atas dasar surat ini, BCA memblokir rekening sang pedagang burung itu. Akibatnya Ilham Wahyudi tidak bisa menarik uang, namun bisa menerima uang masuk.
"Kami menyampaikan jika kami ini hanya warga sipil, bukan pejabat maupun PNS, tiba-tiba harus berurusan dengan KPK. Saat itu petugas menyampaikan jika surat itu nanti akan dikirim ke alamat kami," kata Ilham Wahyudi.
Ia menambahkan saldo rekeningnya di BCA tidak lebih dari Rp 2 jutaan. Transaksi juga jarang dilakukan karena lebih banyak menganggur setelah dagangan burung miliknya belum kembali normal di masa pandemi COVID-19.
"Jujur, baru kali ini kami mengalami hal seperti ini, apalagi berurusan dengan KPK. Kami mencoba browsing di Google untuk mendapatkan nomor kontak KPK, akhirnya terjawab untuk mengirimkan keluhan melalui email KPK," detail Ilham Wahyudi.
Sayangnya ia mengalami jalan buntu karena laporannya tertolak.
"Selasa kemarin, kami mencoba kembali ke BCA, ujung-ujungnya diminta ke KPK lagi, dan tidak ada penyelesaian," ujarnya kecewa.
"Yang membuat kami heran, uang sebesar Rp 2 jutaan harus berurusan dengan KPK. Terus bagaimana dengan uang kami yang ada di rekening?" katanya setengah bertanya.
Hingga berita ini ditulis, Ilham Wahyudi sang pedagang burung belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak BCA menyoal kapan rekeningnya bisa difungsikan sebagaimana mestinya.
Berita Terkait
-
Kisah Tukang Becak Palsukan Tanda Tangan Nasabah BCA dan Sukses Kuras Rp 320 Juta, Faktanya Mengantongi Berapa?
-
Pendidikan Teller BCA Disindir Korban Pembobolan, Apakah Pegawai Bank Harus Lulusan Sarjana?
-
Pantes Rekening Dibobol Tukang Becak, Korban Ternyata Pamer Punya Duit Rp345 Juta di BCA
-
Aksi Penyamaran Sukses Bobol Rekening, Mengapa BCA Tidak Bisa Ganti Rugi Nasabah yang Disebut Lalai?
-
Link Live Streaming Persik Kediri vs Madura United di BRI Liga 1 Hari Ini, Aksesnya Gampang Banget
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi
-
Tanah Longsor di Sukalarang Renggut 1 Nyawa dan Hancurkan Rumah, Warga Diminta Waspada Musim Hujan
-
Motif Kades Lumajang Diserang Mulai Terungkap, Diduga Berawal dari Konflik Pengajian
-
IPB University Usut Tuntas Dugaan Pelecehan Seksual: Sanksi Berat Menanti Pelaku