Rekonstruksi ulang kecelakaan di Srengseng Sawah yang mengakibatkan mahasiswa UI meninggal sudah digelar. Keluarga laporkan pengemudi.
Muhammad Hasya Atallah Saputra (18), mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI meninggal dunia karena kecelakaan pada malam 6 Oktober 2022 di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sepeda motor Bajaj Pulsar yang ia kemudikan oleng, dan ditabrak Mitsubishi Pajero Sport. Meski telah tiada, ia menjadi tersangka dengan keterangan membahayakan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.
Dikutip dari kanal News Suara.com, orangtua Muhammad Hasya Atallah Saputra telah melaporkan mantan Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono, pengemudi Mitsubishi Pajero Sport, ke Polda Metro Jaya. Yaitu terkait dugaan tindak pembiaran terhadap anak mereka dalam kecelakaan di Srengseng Sawah itu.
Laporan ini diterima Polda Metro Jaya dan teregistrasi dengan Nomor: 589/II//2023SPKTPolda Metro 2 Februari 2023.
Rian Hidayat, kuasa hukum keluarga Muhammad Hasya Atallah Saputra berharap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran dapat menindaklanjuti laporan itu.
"Kami harap Bapak Kapolda dan Bapak Kapolri dapat menindak lanjuti laporan kami," demikian pernyataan Rian Hidayat.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyebutkan akan mendalami laporan orangtua mahasiswa FISIP UI, Muhammad Hasya Atallah Saputra terhadap mantan Kapolsek Cilincing AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan laporan dugaan tindak pembiaran terkait kecelakaan yang menewaskan Muhammad Hasya Atallah Saputra akan didalami dan dicocokkan dengan hasil rekonstruksi ulang.
"Kami akan melakukan proses pendalaman terkait dengan laporan ibunda dan ayahanda Hasya, ini masuk bagian daripada itu, hasilnya kita tunggu nanti," jelas Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko kepada Suara.com pada Jumat (3/2/2023).
Berikut adegan rekonstruksi ulang peristiwa meninggalnya Muhammad Hasya Atallah Saputra dalam kecelakaan lalu-lintas di Srengseng Sawah, 6 Oktober 2022:
Total ada sembilan adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi. Mulai dari jatuhnya sepeda motor Hasya, hingga ia terlindas Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan Eko.
Pantauan Suara.com, Eko hadir langsung dalam proses rekonstruksi. Ia memperagakan adegan mengendarai Mitsubishi Pajero Sport yang kini berwarna putih, lengkap dengan nomor polisi B 2447 RFS. Awalnya kendaraan ini berwarna hitam, yang disebutkan ditempel stiker dan kini dilepas sehingga kembali putih.
1. Rekonstruksi diawali adegan melajunya satu unit motor Yamaha NMax berwarna merah dari arah selatan ke utara di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
2. Dari arah berlawanan melaju satu unit Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan Eko, diklaim melaju dalam kecepatan 30 km per jam ke tempat kejadian perkara (TKP).
3. Hasya berkendara di belakang Yamaha NMax.
4. Saat itu Hasya mencoba menghindari motor Yamaha NMax yang hendak berbelok.
5. Diduga Hasya juga menghindari lubang drainase atau serapan air yang ada di pinggir jalan.
6. "Ke arah sini, pengendara motor terlindas," kata salah seorang anggota, di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2022).
7. Saat itu, Eko sempat mengecek kondisi Hasya dengan turun dari mobil. Hasya kemudian dibawa ke tepi jalan.
8. "Kemudian adegan ke sembilan pengemudi dan beberapa warga. Pengemudi menelpon ambulans. 30 menit kemudian ambulans datang," seorang anggota polisi membacakan adegan.
9. Masyarakat kemudian mengangkat korban ke mobil ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.
Berita Terkait
-
Polda Metro Jaya Akan Konfrontir Bripka Madih dengan Eks Penyidik yang Minta Duit Pelicin dan Tanah
-
Kronologi Kasus Polisi Peras Polisi, Bripka Madih Malah Sempat Dilaporkan Istri ke Propam
-
Restorative Justice, Harapan dari Rekonstruksi Ulang Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka
-
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI: Muhammad Hasya Atallah Saputra Diletakkan di Pinggir Jalan Sebelum Dibawa Ambulans
-
Langkah Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Ulang Kasus Mahasiswa Meninggal Jadi Tersangka Beroleh Dukungan Lemkapi
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
Terkini
-
4 Cushion dengan Niacinamide untuk Cerahkan Kulit Kusam, Hasilnya Bikin Wajah Glowing
-
Polisi Proses Hukum 2 ABH Penganiaya Bocah di RPTRA Senen: Satu Ditahan, Satu Wajib Lapor
-
Klasemen Piala Dunia 2026: Meksiko Puncaki Grup A Usai Laga Keras Penuh Kartu Merah
-
Selain KDRT, Evan Marvino Diduga Selingkuh sampai Bikin Istri Tertular Penyakit Kelamin
-
Real Madrid Resmi Tunjuk Jose Mourinho Sebagai Pelatih
-
Bek Australia Sesumbar, Singgung Minimnya Pengalaman Turki Jelang Duel Piala Dunia 2026
-
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
-
Alisson Becker: Jadi Tim Favorit Bukan Jaminan bagi Siapa Pun
-
Sempat Absen Karena Naik Haji, Bos Maktour Bakal Diperiksa KPK Terkait Kasus Haji Pekan Depan
-
7 Parfum Unisex Brand Lokal yang Wanginya Awet dan Tidak Bikin Enek