Ini yang disuarakan Samuel Hutabarat, ayahanda Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Perasaan campur-aduk dirasakan Samuel Hutabarat, ayahanda Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat saat mendengarkan vonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dijatuhkan untuk terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E.
Pada Rabu (15/2/2023), Bharada E diganjar hukuman 1 tahun 6 bulan dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Dikutip dari short podcast @irmahutabaratofficial, ayah dari empat anak yang bersama istrinya Rosti Simanjuntak khusus datang dari Jambi untuk menyaksikan sidang vonis putra mereka menyatakan pada Rabu itu perasaannya campur-aduk.
"Hasil persidangan hari ini, tentu ada yang merasa terpuaskan, ada yang merasa tidak terpuaskan itulah lazimnya kita selaku umat manusia biasa. Tidak ada manusia itu merasa puas selama hidupnya. Selalu tidak puas," papar Samuel Hutabarat yang beberapa waktu lalu didampingi Irma Hutabarat, aktivis perempuan serta YouTuber menghadiri upacara kelulusan mendiang Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat sebagai sarjana hukum Universitas Terbuka (UT).
"Inilah puncak dari proses hukum yang kita ikuti. Mulai bulan 10 tahun lalu, sampai hari ini (15/2/2023)," lanjutnya.
"Persidangan ini saya prediksikan sesuai nurani saya. Saya menilai sangat positif. Dari awal saya bilang hukuman lima orang ini seperti anak tangga, dari atas ke bawah. Yang tertinggi mendapatkan terbanyak, dan terendah mendapatkan paling sedikit," jelasnya.
Bila dianalogikan, bahwa pangkat tertinggi mendapatkan hukuman paling banyak, yaitu vonis hukuman mati untuk Ferdy Sambo yang berpangkat jenderal bintang dunia. Sedangkan vonis terendah adalah Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang memiliki pangkat paling rendah, yaitu bharada.
Sementara itu, dipantau dari live streaming, usai pembacaan vonis Bharada E, Samuel Hutabarat menandaskan mohon rehabilitasi nama baik putranya, Brigadir Polisi Yosua Hutabarat.
"Kita sama-sama mengetahui bahwa pelecehan seksual dinyatakan SP3 di Jakarta. Jadi tidak ada. Lalu disebutkan terjadi di Magelang ada perselingkuhan, hal ini juga dikesampingkan artinya tidak ada," tandas Samuel Hutabarat memerinci hal-hal yang telah dituduhkan kepada anak sulungnya.
"Atas nama ayah dan ibunya, kami memohon institusi yang berkaitan memulihkan nama baik anak kami," kata Samuel Hutabarat.
Selain itu juga pengembalian barang-barang milik Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat, karena kedua orangtuanya adalah ahli waris sah.
Terkini, Rosti Simanjuntak dan Samuel Hutabarat didampingi kuasa hukum Kamaruddin Simanjuntak telah melaporkan hilangnya uang di rekening Brigadir Yosua.
Adapun nomor pelaporannya di Polres Metro Jakarta Selatan adalah LP/B/525/II/2023/SPKT/POLRES METRO JAKSEL/ POLDA METRO JAYA tertanggal 15 Februari 2023. Kuasa hukum pihak keluarga Yosua, Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan laporan itu mengenai hilangnya saldo ATM Rp 200 juta di rekening Brigadir J.
"Adapun terlapornya seperti yang kita ketahui di pengadilan bahwa uang almarhum hilang Rp 200 juta pascadikubur," jelas Kamaruddin Simanjuntak di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (15/2/2023) malam.
Berikut pasal KUHP yang menjadi dasar keputusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, Ricky Rizal, dan Richard Eliezer Pudihang Lumiu:
* Ferdy Sambo
dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dinyatakan bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: pidana mati.
* Putri Candrawathi
terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP
Vonis: 20 tahun bui.
* Kuat Maruf
melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: 15 tahun bui.
* Ricky Rizal
melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: 13 tahun bui.
* Richard Eliezer Pudihang Lumiu
melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: 1 tahun 6 bulan penjara.
Berita Terkait
-
Vonis 1 Tahun 6 Bulan Penjara untuk Bharada Richard Eliezer, Ayahanda Brigadir Yosua Hutabarat Ajak Semua Mengawal Banding Sampai Tuntas
-
Bharada Richard Eliezer Diganjar 1 Tahun 6 Bulan Penjara, Ibunda Brigadir Yosua Hutabarat Ingin Putranya Dapat Rehabilitasi Nama Baik
-
Orangtua Brigadir Yosua Hutabarat: Satu Kamar dengan Rekan Kerja Artinya Satu Jiwa Satu Perasaan, Tunjukkan Bharada E yang Suci
-
Selamat Pagi, Dewi-dewi! Eliezer's Angels Padati PN Jaksel Menanti Sidang Vonis Bharada E
-
Meski Divonis Ringan, Peluang Richard Eliezer Balik Ke Polri Disebut Tertutup, Berpotensi Di-PTDH
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai
-
Siapkan Alat Berat, Kementerian PU Bantu Tangani Jalan Provinsi di Gayo Lues
-
Anggota DPRD DKI beberkan kondisi memprihatinkan Flyover Pesing
-
Sekolah Rakyat Tuban Tunjukkan Dampak Positif, Sekolah Permanen Disiapkan
-
Profil Amanda Lucson Finalis Puteri Indonesia 2026, Benarkah Usianya Terlalu Muda?
-
Momen Mahalini Latihan Bersama Band Pengiringnya Jelang Konser KOMA 14 Februari 2026
-
Diperiksa sampai Malam, Pandji Pragiwaksono: Saya Tidak Merasa Menista Agama
-
New Toyota GR Corolla Meluncur di IIMS 2026, Torsi Lebih Ganas dan Transmisi Matik