Filsafat adalah induk dari segala cabang ilmu pengetahuan, dan sosok Romo Magnis termasuk di dalamnya.
Banyak pujian dilayangkan kepada Ronny Talapessy, pengacara dan kuasa Hukum Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang menghadirkan sederet saksi ahli dalam persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akhir tahun lalu (26/12/2022). Antara lain Romo Magnis atau R.P Prof Dr Franz Magnis-Suseno SJ, Direktur Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat (STF) Driyarkara Jakarta.
Dikutip dari tayangan YouTube video wawancara Kompas TV, Ronny Talapessy yang berdarah Kawanua dan Ambon menyampaikan alasan mengapa menghadirkan Romo Magnis. Sosok kelahiran Jerman (kini bagian dari Polandia) yang memperoleh tahbisan imam pada 31 Juli 1967 oleh Kardinal Justinus Darmojuwono.
"Pertama, beliau adalah pakar filsafat. Filsafat sendiri adalah ibu dari segala cabang ilmu pengetahuan," papar Ronny Talapessy tentang sosok Romo Franz Magnis-Suseno, ahli filsafat moral.
Kemudian, ia juga menyatakan bahwa sosok Franz-Magnis Suseno adalah sosok yang mengilhami. Mulai perjalanan di masa muda zaman Nazi di Jerman, ditugaskan di Indonesia dan mempelajari budaya Jawa, karya-karya tulisnya, sampai menjadi warganegara Indonesia, dan mendapatkan penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Pemerintah Republik Indonesia.
"Saya mengagumi Romo Magnis. Saya baca buku-buku karya beliau. Romo Magnis sangat mengilhami saya, saya mengikuti perjalanannya," lanjut lelaki yang menyebutkan bahwa gelar akademisnya dahulu tercapai berkat bantuan pihak-pihak dermawan.
Akan tetapi, Ronny Talapessy juga menyatakan bahwa upaya menghadirkan Romo Magnis terhitung penuh tantangan pula.
"Sidang berlangsung 26 Desember, bisa dipahami ya, kami para umat Kristiani akan merayakan Natal sehari sebelumnya. Saya tanyakan dahulu, apakah Romo Magnis bertugas dan ada kesibukan sehari setelah Natal. Akan tetapi beliau menyatakan tidak masalah," ucapnya dengan pandangan berbinar.
Ronny Talapessy menyatakan bahwa pertemuannya dengan Romo Franz Magnis-Suseno berlangsung sekira satu jam. Dan semangatnya untuk menggarap pembelaan atas Richard Eliezer Pudihang Lumiu semakin berkobar, setelah sekira 30 menit usai pertemuannya dengan tokoh Nasional kelahiran 26 Mei 1936 itu, Romo Magnis mengirim screenshot KTP. Untuk digunakan sebagai bukti identitas saksi ahli di pihaknya.
"Di hari pelaksanaan sidang, pagi-pagi saya sudah menunggu di depan kediaman beliau. Menggenggam tangannya dan menggandeng erat. Usia beliau sudah 90 tahun. Beliau juga menyampaikan terima kasih bahwa kalian (tim kuasa hukum Richard Eliezer) mau membela orang kecil seperti Richard Eliezer ini," tandas Ronny Talapessy terharu.
Tidak heran bila pewawancara dari Kompas TV menyatakan bahwa sosok Ronny Talapessy adalah sosok yang menjadi sangat sentimental dalam sidang membela Justice Collaborator (JC) Richard Eliezer. Semuanya terasa indah saat dikisahkan kembali, termasuk kekagumannya akan Romo Magnis.
Berita Terkait
-
Kuasa Hukum Richard Eliezer Sebut Mukjizat dan Berterima Kasih Kepada Presiden, Antar Orangtua Kliennya Menjenguk di Rutan
-
Nasib Keanggotaan Bharada Richard Eliezer Akan Diputuskan Melalui Sidang Komisi KKEP, Bisa Lanjut Bekerja di Kesatuannya?
-
Saling Menguatkan Jelang Sidang Vonis, Pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu Siap Mendampingi Apapun Putusan Majelis Hakim
-
Menuju Sidang Pengadilan Richard Eliezer Hari Ini, Apakah Vonis Lebih Ringan dari Tuntutan Jaksa?
-
Dituntut 12 Tahun Penjara, Richard Eliezer Pudihang Lumiu Dapatkan Amicus Curiae
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Timnas Italia Ingin Bajak Didier Deschamps, Kylian Mbappe Pasang Badan Halangi
-
Bosnia Kejutkan Kanada di Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Gol Lukic Bungkam Tuan Rumah
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Duo Korsel Memimpin
-
Kiper Nigeria Bikin Kaum Hawa Terpesona! Ini Dia Pemain Paling Tampan di Piala Dunia 2026
-
Viral! Jurnalis Perempuan Jadi Korban Pelecehan saat Liputan Piala Dunia 2026
-
Alasan Mantan Anak Emas John Herdman Absen di Laga Kanada vs Bosnia
-
Fakta vs Klaim FIFA: Benarkah Banyak Kursi Kosong di Piala Dunia 2026?
-
Penampakan Stadion Terburuk Piala Dunia 2026: Angin Kencang Bikin Tribun Goyang
-
Alasan Mengejutkan Trump Ogah Datang Pada Laga Perdana AS di Piala Dunia 2026