Apakah status Richard Eliezer sebagai JC akan memberikan pengaruh dalam sidang vonis hari ini?
Pada hari ini, Rabu (15/2/2023), Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan menggelar sidang pembacaan vonis untuk Bharada E atau Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J atau Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta pada 8 Juli 2022.
Dalam sidang yang berlangsung dua hari berturut-turut sebelumnya, empat terdakwa telah dibacakan vonis. Yaitu hukuman mati untuk Ferdy Sambo, 20 tahun bagi Putri Candrawathi, 15 tahun untuk Kuat Maruf, serta 13 tahun kepada Ricky Rizal.
Apakah Bharada E akan mendapatkan vonis hukuman di rentang kurang-lebih sama dengan empat terdakwa dalam kasus ini ataukah lebih ringan?
Sebelumnya, jaksa penuntut memberikan vonis 12 tahun penjara bagi Bharada E. Disebutkan pula oleh beberapa pengamat hukum bahwa statusnya sebagai Justice Collaborator (JC) tidak serta merta menggugurkan fakta bahwa ia adalah eksekutor Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo, Duren Tiga.
Dikutip dari laman News Suara.com, peran Bharada E sebagai eksekutor tidaklah berdiri sendiri. Ia melakukan tugas ini atas perintah atasan, yaitu Ferdy Sambo. Disebutkan pula bahwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu masuk ke kamar kecil dan berdoa agar tugas sebagai eksekutor tidak berlanjut, ia mohon bantuan Tuhan supaya menggerakkan hati Ferdy Sambo untuk mengurungkan niat memintanya menembak Brigadir J.
Dalam sidang pembacaan vonis Ferdy Sambo, Ketua Majelis Hakim Wanyu Iman Santoso menyatakan pula pada Senin (13/2/2023) bahwa bila Ferdy Sambo memang tak berniat membunuh Brigadir Yosua, ia tak perlu repot-repot memanggil Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.
Sebelumnya, Ferdy Sambo sudah memanggil Bripka Ricky Rizal dan menyampaikan niat untuk membunuh Brigadir J.
"Akan tetapi faktanya justru memanggil saksi Richard untuk mewujudkan kehendaknya, membunuh korban Yosua Hutabarat," tandas Ketua Majelis Hakim.
Sehingga, pleidoi atau pembelaan Ferdy Sambo yang menyebut tidak ada niat membunuh mantan ajudannya, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J hanyalah omong kosong.
Berikut pasal KUHP yang menjadi dasar pemberian amar keputusan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal:
* Ferdy Sambo
dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dinyatakan bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: pidana mati.
* Putri Candrawathi
terbukti sah dan meyakinkan melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP
Vonis: 20 tahun bui.
* Kuat Maruf
melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: 15 tahun bui.
* Ricky Rizal
melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP
Vonis: 13 tahun bui.
Selanjutnya, simak penentuan vonis akan Richard Eliezer Pudihang Lumiu pada hari ini, Rabu (15/2/2022).
Berita Terkait
-
Berani Bongkar Skenario, Mahfud MD Mau Bharada E Bisa Divonis Lebih Ringan Dari Tuntutan
-
Dituntut 12 Tahun Penjara, Richard Eliezer Pudihang Lumiu Dapatkan Amicus Curiae
-
Sudah Diikhlaskan Pergi, Kekasih Richard Eliezer Pilih Setia: Masih Menunggu dan Masih Menemani
-
Ada Tiga Hal Memberatkan Hukuman Richard Eliezer, Padahal Keluarga Brigadir Yosua Sudah Memaafkan dan Membelanya
-
Dari Kutipan Ayat Alkitab, Ini Curahan Hati Richard Eliezer Akan Harga Kejujuran Senilai 12 Tahun Hukuman
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Sempat Viral Letuskan Senpi, Salah Satu Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Diringkus Polisi
-
Zulkifli Hasan Target PAN Banten Tiga Besar di Tanah Jawara
-
Daftar Mutasi Polri Mei 2026: Kapolda Sumbar Diganti, Berikut Sosok Penggantinya
-
Profil Timnas Yordania: Kuda Hitam dari Timur Tengah
-
Review Serial Eyes of Wakanda: Sebuah Warisan Mata yang Menjaga Rahasia
-
Donald Trump Rilis 160 Dokumen Rahasia UFO: Bahas Alien dan Objek Misterius
-
Mario Kempes, Mesin Gol Timnas Argentina yang Pernah Mengguncang Liga Indonesia
-
Usai Jalani Sidang di Jakarta, Ammar Zoni Kembali Dipindah ke Lapas Super Maksimum Nusakambangan
-
KBA Servis Gratis Mesin Tempel Yamaha Perkuat Sektor Maritim Nasional
-
5 Rekomendasi Smartwatch dengan Fitur SOS Darurat dan GPS Terbaik untuk Pendaki Gunung