Kuasa hukum sebutkan perilaku kliennya lembut serta mudah bergaul, ia cengengesan karena tidak memperkirakan kejadiannya akan seperti ini
Kasus penganiayaan brutal atas Cristalino David Ozora Latumahina yang dilakukan Mario Dandy Satriyo sudah berlangsung lebih dari sepekan. Terjadi pada Senin (20/2/2023) malam, hingga kekinian korban masih berada di ruang ICU Rumah Sakit Mayapada Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara Polres Metro Jakarta Selatan resmi menetapkan Mario Dandy Satriyo dan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan sebagai tersangka.
Mario Dandy Satriyo, menilik latar belakang keluarga dengan status ayah sebagai (mantan) pejabat eselon III Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Selatan, tampil tegak saat dihadapkan kepada para jurnalis dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan. Berkebalikan dengan Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan yang disebut-sebut sebagai keluarga kurang mampu bahkan sampai menggunakan fasilitas bantuan pembiayaan pendidian, saat dibawa ke depan khalayak terus menundukkan kepala yang berakhir dengan menangis. Padahal sebelumnya ia disebutkan cengengesan haha-hihi di salah satu ruangan sebelum "naik panggung" di depan jurnalis dalam konferensi pers.
Happy SP Sihombing selaku kuasa hukum Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan, di Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (1/3/2023) memberikan sederet gambaran sosok tersangka satu ini, termasuk sanggahan bukan hanya ia yang melakukan perekaman video saat korban dianiaya.
Berikut poin-poin penjelasan tentang sikap Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan dan relasinya dalam peristiwa penganiayaan brutal terhadap Cristalino David Ozora Latumahina, dikutip dari kumpulan artikel laman News Suara.com:
1. Relasi kuasa
Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan (19) adalah teman dari tersangka penganiaya David Latumahina (17), yaitu Mario Dandy Satriyo (20). Perangai Shane adalah lembut, ramah, penurut, dan mudah bergaul, dari nongkrong bersama Mario Dandy Satriyo menjadi teman dekat. Berangkat dari latar belakang keluarga tidak berada sedangkan Mario anak pejabat tinggi, Shane dengan sifat yang penurut terus mengikuti perintah Mario karena adanya ketergantungan dalam pertemanan. Mulai ganti pelat nomor polisi Jeep Rubicon sampai merekam penganiayaan menggunakan smartphone Mario dilakukan Shane.
2. Dijebak
Disebutkan bahwa Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan tidak mengetahui akan diajak Mario Dandy Satriyo menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Ulujami, Jakarta Selatan. Ia dijemput pakai Jeep Rubicon dan disebutkan akan diajak ke Lebak Bulus, namun dibawa ke tempat lain.
3. Bukan satu-satunya pembuat video penganiayaan
Shane Lukas Rotua Pangodian Lumbantoruan hanya menuruti perintah Mario Dandy Satriyo merekam video penganiayaan, namun sempat mencegah agar penganiaya tidak melanjutkan aksi brutal terhadap korban. Ia sadar ada sekuriti datang dari arah depan, sehingga ia menghalangi si Mario supaya jangan melakukan penganaiyaan lagi. Dan disebutnya pula tidak hanya Shane pelaku perekaman video. Ada sosok satu lagi, AGH sebagai pacar Mario dan mantan David.
4. Cengengesan sebelum dihadapkan kepada khalayak dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan
Pengacara menyatakan kliennya sempat tertawa karena merasa tak bersalah. Terlebih sifatnya senang ketawa dan agak cengengesan. Shane Lukas disebutkan tidak merasa salah, karena tidak memperkirakan bahwa kejadiannya akan seperti ini. Akan tetapi, di konferensi pers jadi menunduk karena sudah menerima apa adanya.
Berita Terkait
-
Harta Rafael Alun Trisambodo Dinilai Belum Bisa Gendut Puluhan Miliar Rupiah Kalau Pakai Skema Gaji Pejabat Eselon III
-
Sebelum David Latumahina Dianiaya secara Brutal, Mario Dandy Satriyo Pernah Ancam Tembak dan Diduga AGH Bawa Nama Aparat Negara
-
"Efek Klub Bubar" Membuat Banyak Moge Dijual? Tenang Saja, KPK Sudah Kantongi Nama-nama di Lingkungan Kemenkeu
-
Deddy Corbuzier Sebutkan Mario Dandy Satriyo Miliki Harga Diri Rendah, Itu Sebabnya Hanya Berani Main Keroyokan
-
Deddy Corbuzier Berang MDS Pamer Mobil Mevvah: Untuk Anda, Dandy, Orang Kaya Kok Pakai Pelat Nomor Mobil Palsu?
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bedah Data: Mobil Terlaris Hyundai Tipe Apa? Ini yang Jadi Tulang Punggungnya
-
5 Tips Menata Dapur Menurut Feng Shui agar Rezeki Lancar dan Energi Positif Mengalir
-
Kacamata Kuda Pejabat Negara: Berhenti Menjadikan Warga Desa sebagai Simbol Kemunduran
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Pemkot Medan dan Pemkab Deli Serdang Dilaporkan ke Ombudsman Sumut, Ini Perkaranya
-
Mulai 19 Juli 2026 Cara Daftar Kartu Perdana Berubah Total! Simak Aturannya
-
Sumsel Tambah 9 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia, Ada Bebaso Palembang hingga Tari Siwar
-
Kulit Perih dan Kemerahan? Ini 5 Moisturizer Korea dengan Panthenol untuk Perbaiki Skin Barrier
-
Pemprov Kepri Buka Suara Jawab Isu Pengurangan Ribuan PPPK