Menjelang sidang putusan Agnes Gracia (AG) beredar kabar tersangka penganiayaan terhadap David Ozora, termasuk Mario Dandy akan divonis mati.
Kabar ini disampaikan kanal YouTube Garuda News, dengan judul "Kejagung Akhirnya Turun Tangan, Perintahkan JPU Tuntut Mario & Agnes Divonis Mati".
Sampul video menampilkan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang melakukan jumpa pers.
"Kejagung Turun Tangan Perintahkan JPU Tuntut Mario & Agnes Divonis Mati", tulis pengunggah video tersebut.
Video yang telah disaksikan lebih dari 2.800 kali itu memperlihatkan antusiasme masyarakat terhadap kabar ini.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Setelah tim Metro Suara melakukan penelusuran, video berdurasi 8 menit 6 detik itu tidak sesuai.
Mulai dari sampul video, judul, hingga isi yang diunggah channel YouTube Garuda News tersebut.
Baca Juga: Anies Pilih Silaturahmi dengan Rakyat Kecil daripada Tanggapi Sindiran Hasto PDIP Soal Israel
Narator menginformasikan wacana Restorative Justice (RJ) bagi Mario Dandy.
Ditampilkan cuplikan dari berbagai pihak yang menyampaikan padangannya terkait hal ini.
Di sisi lain, sidang putusan Agnez Gracia sendiri baru digelar 10 April mendatang, sedangkan untuk Mario Dandy dan Shane Lukas belum memasukin persidangan karena berkas yang belum lengkap.
KESIMPULAN
Dari kumpulan informasi di atas, bisa disimpulkan jika video unggahan Garuda News tersebut tidak menyampaikan informasi secara tepat.
Bukan soal putusan hukuman mati bagi Mario Dandy dan Agnes Gracia, tapi lebih ke wacana restorative justice bagi para tersangka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan