/
Selasa, 18 April 2023 | 18:47 WIB
Ilustrasi puasa Ramadhan. (Unsplash.)

Ramadan 1444 Hijriah tak terasa akan segera berakhir. Umat Islam pun segera menyambut datangnya bulan Syawal.

Di bulan ke-10 tahun Hijriah ini, umat muslim dianjurkan untuk berpuasa. Tak main-main, pahala yang didapat oleh seseorang yang mengerjakan puasa Syawal adalah setara dengan ganjaran selama satu tahun puasa. 

Hal ini sesuai dengan sebuah riwayat yang berasal dari Abu Ayub Al Anshari, Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, "Barang siapa berpuasa Ramadan lalu melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu setara dengan puasa sepanjang tahun." (HR. Muslim. Imam Ahmad juga meriwayatkan dari hadits Jabir)

Sejalan dengan hal ini, Tsauban juga meriwayatkan hadis yang berbunyi, "Puasa Ramadhan pahalanya setara dengan puasa sepuluh bulan dan puasa enam hari pahalanya senilai dengan puasa dua bulan. Jumlah keseluruhannya satu tahun penuh." (Diriwayatkan oleh Sa'id bin Manshur dengan sanadnya Tsauban)

Lantas, kapan puasa Syawal 1444 Hijiriah dimulai?

Puasa Syawal dikerjakan mulai tanggal 2 bulan Syawal. Hal ini karena 1 Syawal adalah Hari Raya Idulfitri.

Pada 1 Syawal, umat muslim dilarang untuk melaksanakan puasa. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Abu Sa'id Al Khudri ra, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari yaitu Idul Fitri dan Idul Adha." (HR. Muslim)

Jika puasa Syawal dilaksanakan pada tanggal 2 bulan Syawal, maka diperkirakan jatuh pada Minggu (23/4/2023). Puasa Syawal dikerjakan selama enam hari lamanya. 

Niat Puasa Syawal 

Baca Juga: Mendag Zulkifli Hasan Bakal Jodohkan Pengusaha Arab Saudi dan RI Akhir Mei 2023

Dikutip dari Suara.com, niat puasa Syawal bisa dilakukan di pagi hari hingga saat zuhur. Bacaannya adalah sebagai berikut.

Nawaitu shouma ghodin 'an sittatin min syawwaalinn sunnatan lillaahi ta'aalaa 

Artinya: "Aku berniat puasa besok dari enam hari Syawal, sunah karena Allah Ta'ala". 

Load More