Hubungan Nikita Mirzani dan Antonio Dedola saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah bule asal Jerman itu diduga membawa kabur sejumlah barang mewah milik Nikita Mirzani.
Belakangan, beredar informasi yang menyebut adanya rekaman CCTV detik-detik Nikita Mirzani melempar setrika dan menendang Antonio Dedola hingga terluka parah.
Kabar itu dibagikan oleh kanal YouTube Berita Artis Hari Ini yang mengunggah video berjudul "DETIK DETIK REKAMAN CCTV NIKITA MIRZANI TENDANG ANTONIO HINGGA TERLUKA PARAH!!"
Dalam thumbnail video disebutkan bahwa Nikita Mirzani juga melempar setrika ke arah Antonio Dedola. Tampak potret Nikita Mirzani yang tengah bersedih dan Antonio Dedola dengan luka yang ditutup perban di bagian kepalanya.
Hingga kini, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari 3.600 penayangan. Namun, benarkah detik-detik Nikita Mirzani menendang Antonio Dedola terekam CCTV?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 3 menit 2 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa beredar rekaman CCTV detik-detik Nikita Mirzani melempar setrika dan menendang Antonio Dedola hingga terluka parah.
Nikita Mirzani sendiri telah memberikan klariifikasi jika dirinya tidak melakukan kekerasan terhadap Antonio Dedola.
Hingga akhir video, narator dalam video tersebut sama sekali tidak memberikan penjelasan akurat terkait Nikita Mirzani menendang dan melempar setrika hingga menyebabkan Antonio Dedola terluka parah, seperti yang diklaim pada judul video.
Tak hanya itu, foto yang digunakan dalam thumbnail merupakan hasil editan yang direkayasa. Isi video dan judul yang tertera tidak memiliki keselarasan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar rekaman CCTV Nikita Mirzani menendang dan melempar setrika ke arah Antonio Dedola hingga terluka parah merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
-
Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B
-
Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas
-
Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan
-
Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter
-
Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?