/
Jum'at, 19 Mei 2023 | 16:04 WIB
Ade Armando ((youtube.com/@CokroTV))

Pegiat media sosial sekaligus akademisi Ade Armando kembali menuai perhatian publik. Hal ini terkait dengan pernyataanya yang menyebutkan bahwa tak semua babi haram dimakan. 

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh dosen Universitas Indonesia itu di kanal YouTube CokroTV. 

Pada kanal YouTube tersebut Ade mulanya berkomentar soal kasus makan babi yang dilakukan oleh Lina Mukherjee di mana dianggap sebagai penistaan agama. Ade kemudian menyatakan bahwa menurutnya, tidak semua babi haram dimakan. 

"Saya tahu mayoritas umat Islam percaya bahwa babi itu haram, namun kita juga harus tahu bahwa tidak semua umat Islam percaya bahwa babi di masa ini haram dimakan," ujar Ade Armando melalui kanal YouTube CokroTv. 

"Salah satu interpretasi mengatakan bahwa yang diharamkan adalah binatang bernama Khinzir, Kata itulah, kata khinzir yang digunakan dalam Alquran," imbuhnya. 

Menurutnya khinzir tidak lah sama dengan babi ternak yang diajadikan makanan di era ini. 

"Khinzir adalah hewan liar, hidup di gurun era di masa Nabi Muhammad hidup dulu, menyamakan khinzir dengan babi ternak adalah hasil interpretasi yang bisa diperdebatkan," ungkap Ade.  

"Karena itu jika khinzir kharam tidak otomatis berarti babi ternak pun diharamkan," tambahnya. 

Penyataan kontroversial Ade Armando tersebut sontak mengundang berbagai respons. Bahkan ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis turut berkomentar atas pernyataan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tersebut. 

Baca Juga: Kisah Fahmi Bo Terpuruk hingga Bangkit Lagi Diangkat Jadi Buku

"Babi (khinzir) diharamkan karena dilarang Allah dalam Al-Qur’an QS Al-Maidah ayat 3, hikmahnya karena menghindari bahaya pada diri sendiri, yaitu daging babi dapat menularkan penyakit," tulis Cholil dalam cuitan di akun Twitter miliknya pada Kamis, 18 Mei 2023.

"Semua daging babi, baik ternak atau hutan, haram dimakan karena perintah Allah, buka karena membahayakan yang lain," tegasnya.

Load More