Narasi menyatakan ada kejadian viral yang dialami TikToker Bima asal Lampung.
Nama Bima Yudho Saputro, TikToker asal Lampung, Indonesia yang tengah kuliah dan kerja di Australia menjadi viral karena menyorot soal jalanan rusak di tempat kelahirannya. Juga tentang penyebutan tidak sepantasnya kepada Megawati Soekarnoputri. Ketua Partai Demokrasi Indonesia atau PDIP.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, sebuah akun YouTube bernama HEBOH ARTIS pada 12 Mei 2023 mengunggah video berjudul "VIRAL..!!BIMA LAMPUNG DITANGKAP MEGAWATI PUN TERTAWA MELIHATNYA".
Klaimnya TikToker Bima Yudho Saputro ditangkap setelah videonya yang menyoroti kondisi sejumlah sektor di Kota Lampung viral. Bima telah dilaporkan ke Polisi dengan tuduhan ujaran kebencian.
PENJELASAN
Setelah dilakukan penelusuran Turnbackhoax.id, faktanya judul dalam unggahan tidak sesuai dengan isi dan narasi dalam video.
Dalam video narator hanya menjelaskan mengenai kuasa hukum Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Ghinda Ansori Wayka, yang melaporkan Bima ke Polda Lampung.
Ia menduga bahwa Bima telah melanggar ujaran kebencian mengandung SARA dengan dasar laporan bernomor: LP/B/161/IV/2023/SPKT/POLDA LAMPUNG tertanggal 13 April 2023.
Namun, Polda Lampung telah menghentikan kasus ini sebab mereka tidak menemukan unsur pidana dalam konten milik Bima.
Sepanjang video narator tidak menyebutkan mengenai penangkapan Bima seperti yang tertera dalam judul unggahan.
KESIMPULAN
Informasi yang disebarluaskan akun YouTube HEBOH ARTIS adalah konten memiliki koneksi yang salah.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Anies Baswedan Ditahan 20 Hari karena Menteri Keuangan?
-
CEK FAKTA: Polisi Jaga Ketat Rumah Titi Kamal karena Ancaman Christian Sugiono Terkait Tidak Boleh Poligami?
-
CEK FAKTA: Tangis Keluarga Pecah! Habib Bahar Ditangkap Polisi Tadi Malam
-
Tim KPK Turun ke Lampung Telusuri Harta Kekayaan Reihana
-
Telusuri Harta Kadinkes Reihana, KPK Sampai Kirim Tim ke Lampung
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Hercules Semprot Amien Rais soal Prabowo-Teddy: Jangan Bicara Kayak Preman Pasar!
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Purbaya Terima Aduan 46 Ribu Masalah Ditjen Pajak dan Bea Cukai
-
Ketua DPRD Kepri Kedapatan Pamer Naik Moge, GMNI Singgung Gaya Hidup Mewah
-
Logika Sesat Guru Ngaji Surabaya: Cabuli 7 Santri Pria di Bawah Umur Demi Hindari Zina dan Hamil
-
Menaker Dorong Talenta Muda Jadi Inovator melalui Talent & Innovation Hub
-
Operasi SAR Dukono Ditutup! 3 Pendaki Termasuk 2 WNA Ditemukan Tewas Tertimbun Pasir Vulkanik
-
Cerita Purbaya Ditekan Investor Asing Gegara Ragukan Kondisi Ekonomi RI
-
Bus ALS Maut di Muratara Tetap Angkut Penumpang Meski Izin Mati Sejak 2020