Sebelum kedatangan AGH, lembaga pembinaan itu belum pernah punya tahanan anak perempuan.
Sedih, akan tetapi reputasi ini benar terjadi. Sosok AG atau AGH, anak berhadapan dengan hukum atau terpidana anak yang terlibat dalam kasus penganiayaan berat berencana atas Cristalino David Ozora Latumahina mencatat rekor. Ia menjadi anak perempuan pertama penghuni lembaga pembinaan anak di Tangerang, Provinsi Banten.
Terpidana anak ini adalah pacar, atau menurut kuasa hukumnya telah putus dari Mario Dandy Satriyo, pemuda usia 20 tahun yang menjadi penganiaya berat berencana terhadap Cristalino David Ozora Latumahina, lelaki usia 17 tahun, mantan pacar AGH sebelum pacaran dengan Mario Dandy Satriyo.
Dikutip dari kanal News Suara.com, AGH disebutkan kuasa hukumnya tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Tangerang.
"AG jadi anak perempuan pertama di LPKA Tangerang," demikian penjelasan Mangatta Toding Allo, kuasa hukum AGH di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (27/6/2023).
Perempuan muda usia 15 tahun itu menjalani masa hukuman kurungan di LPKA Tangerang mulai 14 Juni 2023.
Awalnya, AGH menjadi tahanan anak perempuan satu-satunya di LPKA Tangerang. Kemudian beberapa hari kemudian ada yang menyusul ditempatkan di sana.
"Di LPKA, jam 5 sore harus sudah masuk ke dalam tahanan. Jam 7 pagi baru boleh keluar, ada aktivitas yang ditentukan oleh LPKA di sana," lanjut Mangatta Toding Allo.
Saat pertama berada di LPKA Tangerang, AGH disebutkan Mangatta Toding Allo mengalami gangguan psikologis.
"Psikisnya dalam 14 hari sangat goyang," jelas kuasa hukum itu selesai sidang tertutup di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2023).
Ia menilai kondisi LPKA Tangerang tidak cocok dengan kondisi AGH saat ini.
"Tempat LPKA kondisinya juga kurang baik untuk anak karena penyesuaian yang banyak. Itu yamg kami sayangkan," lanjut Mangatta Toding Allo.
Selain itu, hak pendidikan AGH selama menjadi tahanan di LPKA Tangerang juga disorotnya. Disebutkan bahwa kliennya tadi belum mendapat pendidikan dari pihak terkait.
Oleh sebab itu, tim kuasa hukum AGH akan mengajukan hak pendidikan terhadap AGH kepada pihak LPKA.
"AG sampai saat ini belum menerima pendidikan. Sejak ditahan Februari lalu. Makanya kami sedang mengusahakan dan mengupayakan ke LPKA untuk diberikan pendidikan," lanjut Mangatta Toding Allo.
"Karena LPKA di Tangerang belum ada pendidikan untuk anak perempuan, LPKA untuk laki-laki saja," tandasnya.
Dalam perkara penganiayaan berat berencana Cristalino David Ozora Latumahina, AGH divonis 3,5 tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 355 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Bunyi Pasal 355 adalah: (1) Penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun. (2) Jika perbuatan itu mengakibatkan kematian, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lams lima belas tahun.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Mario Dandy Satriyo Ditembak Bagian Kaki Karena Melarikan Diri?
-
Mario Dandy Satriyo Menatap AGH di Sidang Pengadilan Penganiayaan Berat Berencana, Apa Daya Tidak Direspons
-
Mario Dandy Satriyo Abaikan Teguran Jaksa Soal Pemakaian Baju dalam Sidang Lanjutan Kasus Penganiayaan Berat Berencana David Ozora
-
Dari Persidangan Mario Dandy Satriyo: Mantan Absen karena Sakit Batu Ginjal, Hakim Minta JPU Menghadirkannya
-
Sidang Mario Dandy Satriyo Digelar Tertutup: Mantan Digantikan Adik, Kuasa Hukum Anak Korban Bicara Soal Saksi Mahkota
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123