/
Kamis, 29 Juni 2023 | 11:29 WIB
Sapi kurban Jokowi di Pekanbaru (suara.com)

Hari Raya Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Namun bagi sebagian orang, hal ini mungkin termasuk tindakan menyiksa, karena hewan-hewan tersebut disembelih massal. 

Kendati demikian, para peneliti dari Jerman mengungkap jika hewan yang disembelih berdasarkan syariat Islam tidak merasakan sakit sama sekali, dibandingkan dengan cara konvensional barat.

Berdasarkan syariat Islam, menyembelih dengan cara memotong leher kerongkongan dan tenggorokan serta dua urat nadi dengan alat yang tajam adalah hal yang diwajibkan. 

Selain itu, saat menyembelih, umat Muslim juga diperintahkan untuk berniat dan membaca doa. 

Hewan yang kurban yang dianggap halal dalam syariat Islam juga tidak boleh lebih rendah dari usia tertentu, hewan bebas dari cacat, dan harus sehat.

Fakta tersebut pun diungkap oleh dua ilmuwan Jerman bernama Profesor Wihelm Schulze dan Dr Hazim dari Universitas Hanover. Seperti dikutip Oocities, mereka berdua menjual penyembelihan konvensional di Barat dengan penyembelihan sesuai syariat Islam.

Penelitian itu dilakukan dengan menggunakan sekelompok sapi dewasa yang ditanamkan Elekroda (Microchip) atau disebut EEG (Electro Encephalograph).

EEG ditanamkan dipermukaan otak kecil sapi dan menyentuh titik dari rasa sakit sehingga tingkat rasa sakit yang dirasakan sapi nantinya bisa diukur.

Kemudian, tanamkan Electro Cardiograph (ECG) di jantung sapi untuk merekam aktivitas jantung di saat darah mengucur dari luka akibat disembelih.

Baca Juga: Bumbu Sate Kambing, Mudah Dibuat dan Dijamin Jadi Masakan Lezat Khas Idul Adha

Hasilnya, grafik dari EEG dan ECG menunjukkan aktivitas normal atau sapi tidak merasakan sakit sama sekali.

Pasalnya, pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini mengindikasikan tidak ada rasa sakit.

Sapi yang meronta saat disembelih merupakan reaksi dari kejutan yang dirasakan oleh otot sapi. Di sisi lain, penyembelihan konvensional ala barat menunjukkan peningkatan grafik EEG yang signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya rasa sakit.

Saat pengujian ECG, grafik menunjukkan penurunan grafik, yang mengakibatkan jantung kehilangan kemampuan untuk menarik darah. Alhasil, darah tidak bisa keluar sehingga membuat daging tidak aman dikonsumsi. 

Load More