Narasinya membuat penonton yakin bahwa hewan ternak mati karena mendapatkan vaksinasi COVID-19.
Hewan ternak adalah satwa peliharaan yang digunakan untuk kebutuhan pangan manusia. Biasanya pemerintah setempat memberikan penyuluhan agar kondisinya senantiasa layak dikonsumsi. Antara lain dengan memberikan vaksinasi.
Sementara itu, vaksin COVID-19 adalah vaksin yang dikembangkan dan diberikan kepada warga dunia sehubungan pandemi virus Corona.
Dikutip dari Turnbackhoax.id, sebuah video di Twitter yang menunjukkan sekumpulan sapi mati. Disebutkan bahwa terjadi di Italia Utara dan penyebab kematian sapi adalah vaksin COVID-19.
Adapun narasinya ":warning: WARNING :warning: Graphic Footage. Northern Italy. Government came and vaccinated cattle against cv19. Look at the result all dead or dying the next day. #diedsuddenly" atau terjemahannya adalah: ":peringatan: PERINGATAN :peringatan: Rekaman Grafik. Italia Utara. Pemerintah datang dan melakukan vaksinasi ternak terhadap cv19. Lihat hasilnya semua mati atau sekarat keesokan harinya. #matimendadak".
PENJELASAN
Turnbackhoax.id melakukan penelusuran dan klaim adalah salah.
Fakta: sapi–sapi dalam video mati akibat keracunan asam prussic akut pada 6 Agustus 2022. Yaitu saat terjadi kekeringan di Sommariva del Bosco, dekat Turin di barat laut Italia.
Dikutip dari USA Today, Stefano Giantin, seorang dokter hewan di Istituto Zooprofilattico Sperimentale di barat laut Italia yang menangani kasus ini menyebut bahwa sapi–sapi tadi tidak pernah disuntik vaksinasi COVID-19.
KESIMPULAN
Video dari Twitter yang menyebutkan bahwa sekumpulan sapi di Italia Utara mengalami kematian akibat vaksinasi COVID-19 masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Apa Benar 100 Ton Emas Ditemukan Saat Aparat Menangkap Anak Buah Sri Mulyani?
-
CEK FAKTA: Prabowo Subianto Berikan Mandat Agar Perang Israel dengan Palestina serta Iran Dihentikan?
-
CEK FAKTA: Timnas Indonesia Dipastikan Masuk Grup Neraka Piala Dunia U-17 2023
-
Cek Fakta: Datang ke Lokasi Syuting, Amanda Manopo Beri Kejutan Ulang Tahun untuk Arya Saloka
-
CEK FAKTA: Benar atau Tidak, Jurnalis Sepak Bola Kondang Bikin Cuitan Asnawi Mangkualam ke Liverpool FC?
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Jalur KRL Tangerang Kembali Normal Setelah Tiga Jam Gangguan
-
Kisah Eks SPG Mobil Mewah yang Kini Jadi 'Pramugari' Sapi
-
7 Fakta Mundurnya Bojan Hodak dan Penunjukan Igor Tolic untuk Musim 2026/2027
-
Sepakan Indah Martin Zubimendi Masuk Kandidat Gol Terbaik Liga Inggris Musim Ini
-
DPR Setujui RUU Aceh: Zakat Kurangi Pajak, Bandara Dikelola Daerah
-
PMJ Ungkap Peran Obat Keras di Balik Aksi Anarko, Nyali Massa Demo Muncul dari Pil Koplo?
-
Klarifikasi Polres Bogor Soal Video Viral Pemeriksaan Saksi: Ini 7 Fakta di Balik Kejadian
-
Ogah Balik ke Real Madrid, Jacobo Ramon Ungkap Alasan Bertahan di Como
-
Giring Ganesha Bertemu Personel Nidji, Seruan untuk Reuni Menyeruak
-
Fundamental Kokoh, PSGO Imbangi Pertumbuhan Usaha dan Pembagian Dividen