/
Sabtu, 01 Juli 2023 | 07:25 WIB
Tandu para petugas Damkar Jakarta Pusat menurunkan Sumarlan dari lantai dua ([Damkar Jakarta Pusat].)

Petugas menandu lelaki yang mengalami obesitas ini pakai tandu plastik, meluncur dari sebuah rumah di lantai dua.

Sumarlan yang berusia 60 tahun adalah seorang pegawai konveksi. Ia menjadi sosok viral, mengalami obesitas dengan bobot 200 kg dan harus dievakuasi karena tidak mampu berdiri sendiri.

Dikutip dari kanal News Suara.com, penanganan menurunkan Sumarlan dari lantai dua sebuah rumah yang beralamat di  Jalan Sukarjo Wiryopranoto nomor 4GE RT 002/001, Kel.Kebon Kelapa, Kec.Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (29/6/2023) berlangsung dramatis.

Para petugas dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Pusat menggunakan tandu plastik dari lantai dua untuk membopong Sumarlan turun.

Evakuasi berlangsung dramatis, perwira piket Sudin PKP Jakarta Pusat, Baidillah Efendi menyatakan dibutuhkan sembilan personal untuk mengevakuasi Sumarlan.

Petugas Damkar melakukan evakuasi atas Sumarlan (sumber: [Damkar Jakarta Pusat].)

"Butuh waktu sekitar satu jam untuk mengevakuasi korban," jelas Baidillah Efendi, saat dikonfirmasi Jumat (30/6/2023).

Atas permintaan keluarga, Sumarlan tidak dilarikan ke rumah sakit.

"Sudah dibawa ke kampung halaman di Jawa Tengah," kata Baidillah Efendi.

Sumarlan diantar ke kampung halamannya yang beralamat di Desa Ngerandu, Kecamatan Geyer Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah.


Sebelumnya, kejadian evakuasi senada dilakukan atasMuhammad  Fajri yang berbobot 300 kg. Kurun delapan bulan ia berbaring di kasur akibat kaki terluka dan mengalami infeksi. Petugas BPBD membawanya ke rumah sakit untuk dirawat.

Evakuasi berlangsung dramatis dan perlu dua jam, menggunakan truk forklift dan pintu rumah Muhammad Fajri dijebol agar petugas lebih mudah membawanya pakai mobil losbak ke RSUD Kota Tangerang.

Kemudian ia dipindahkan ke RSCM menggunakan truk pemadam kebakaran yang dimodifikasi khusus. Sayangnya, Kamis (22/6/2023), Mohammad Fajri meninggal dunia.  

Baca Juga: 'Diserang' karena Melatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti: Itu Pelampiasan Mereka

Load More