Narasi memaksakan informasi bahwa Saddil Ramdani tidak ingin bermain untuk Indonesia.
Masih soal pemain sepak bola Timnas Indonesia, Saddil Ramdani yang diangkat sebagai materi kontra-kreativitas atau kreativitas tidak pada tempatnya oleh pembuat video tidak kredibel.
Kali ini, Metro Suara.com menemukan di kanal YouTube, akun bernama KABAR BOLA TERKINI mengunggah video berjudul "DETIK-DETIK PENGHIANAT AUTO PINDAH KEWARGANEGARAAN | KABAR BOLA TERKINI".
Diunggah pada Kamis (6/7/2023), foto thumbnail adalah Presiden Joko Widodo, Ketua Umum PSSI Erick Thohir, beberapa tokoh serta layar monitor raksasa bertuliskan "Welcome Saddil Ramdani" dan logo Sabah FC. Disertai tulisan thumbnail "PENGHIANAT RESMI DI USIR? AUTO PINDAH KEWARGANEGARAAN".
PENJELASAN
Metro Suara.com mengadakan penelusuran tulisan di thumbnail terlebih dahulu dan hasilnya:
* Judul video adalah "DETIK-DETIK PENGHIANAT AUTO PINDAH KEWARGANEGARAAN | KABAR BOLA TERKINI".
Ada satu kata yang perlu dicermati, yaitu "penghianat". Berdasarkan penulisan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, kata yang tepat adalah "pengkhianat".
Fakta: berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, arti pengkhianat adalah orang yang khianat; orang yang tidak setia kepada negara atau teman sendiri.
Logika: apakah ada dasar valid yang dimiliki pengunggah video ini sehingga memberikan definisi demikian kepada subjek?
* Masih dari judul "DETIK-DETIK PENGHIANAT AUTO PINDAH KEWARGANEGARAAN | KABAR BOLA TERKINI".
Fakta: tidak ada status perpindahan kewarganegaraan yang terjadi secara "auto" atau otomatis. Pengecualian bisa saja didapat dari pemegang dwikewarganegaraan atau kewarganegaraan ganda.
Logika: UU 12/2006 telah mengakui status kewarganegaraan ganda terbatas. Maksudnya ialah diperbolehkannya seorang anak memiliki status WNI dan WNA sekaligus, namun setelah usia 18 tahun, atau sudah kawin secara sah sebelum usia tersebut, maka ia harus memilih apakah akan menjadi WNI atau WNA. Pertanyaannya, apakah Saddil Ramdani memiliki orangtua yang salah satunya warga negara Malaysia? Dan apakah usianya kurang dari 18 tahun? Ia lahir pada 2 Januari 1999 sehingga usia sekarang 24 tahun.
* Tanpa menyimak konten video lebih jauh, dari judul dan pemaparan soal kewarganegaraan sudah bisa disimpulkan bahwa nilai kredibel unggahan ini rendah.
KESIMPULAN
Video berjudul "DETIK-DETIK PENGHIANAT AUTO PINDAH KEWARGANEGARAAN | KABAR BOLA TERKINI" konten yang dimanipulasi atau manipulative content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Metro Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Malaysia Serius Akan Naturalisasi Saddil Ramdani Sampai Langkahi Aturan FIFA?
-
CEK FAKTA: Apa Betul Twitter Dapat Untung dari Tesla?
-
CEK FAKTA: Benarkah Konser Coldplay Berlangsung Seperti yang Ditunjukkan Video Ini?
-
CEK FAKTA: Ahok Mengantongi Bukti yang Membuatnya Tidak Bisa Ikut Kontestasi Pemilu 2024?
-
CEK FAKTA: Foto Anies Baswedan Dipajang di Rumah Duka, Video Ini Mencomot Materi Suara.com untuk Tujuan yang Salah
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'