Sempat menjadi saingan sengit di Pilpres 2014 dan 2019, Prabowo Subianto rupanya jadi pendukung ngotot Joko Widodo di Pilkada Jakarta 2012. Hal ini dikisahkan oleh Pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi menyebutkan bahwa saat fit and proper test sebagai Gubernur DKI Jakarta, Jokowi hanya ditanyai pertanyaan-pertanyaan dasar dan sebentar. Hal ini membuat Jokowi bertanya-tanya karena durasi tesnya jauh lebih singkat dari kandidat lain.
Rupanya kala itu Jokowi dianggap kurang mampu untuk memimpin DKI Jakarta. Mendengar hal tersebut, Hasan Nasbi kemudian menyarankan Jokowi untuk menelpon orang-orang besar di Jakarta yang ia kenal.
"Lalu yang ditelfon Pak Jokowi malam itu Pak Prabowo Subianto, Pak Hasyim Jayahadikusuma, Pak Jusuf Kalla, begitu menurut cerita Pak Jokowi," ujar Hasan Nasbi seperti yang dikutip dari kanal youtubenya.
Jokowi kemudian menyebutkan bahwa orang-orang tersebut berkomutmen untuk mendukung Jokowi dan merayu PDIP uuntuk mengusungnya.
"Dan yang paling ngotot untuk mengusung Pak Jokowi itu namanya Prabowo Subianto, jadi waktu itu Pak Prabowo sangat kagum dengan mengelola Solo, makanya Pak Prabowo ngotot sekali," ungkap Hasan.
"Dan jangan lupa yang menemukan Basuki Tjahaja Purnama Ahok, dan ngotot menjadikan Ahok pasangan Jokowi ya Prabowo Subianto namanya," tandasnya.
Lebih lanjut, Hasan meneybutkan bahwa Prabowo bahkan sampai turun tangan langsung untuk menyikseskan pemilihan Jokowi di Jakarta.
"Enggak cuman sampai di sana dukungan yang diberikan Prabowo itu all out, lahir batin Prabowo sendiri turun ke lapangan jalan berama Jokowi, buatkan iklan di tv, mengerahkan sumber daya partai, flash mob yang ada di bundaran HI itu perintahnya Prabowo," kata Hasan.
"Beberpaa kali rapat itu juga dipimpin oleh Pak Prabowo, ada Pak Jokowi, ada Ahok, ada saya," tandasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BGN Pamer Laporan Keuangan era Dadan Hindayana Raih Opini WTP BPK
-
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Dolar AS Turun ke Rp17.919
-
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah Sebagai Tersangka, Bersamaan dengan Pelimpahan Barang Bukti
-
Bhayangkara FC Lepas 12 Pemain, Termasuk Bintang Berlabel Timnas Indonesia
-
Genggaman yang Terlepas di Pulau Rimau: Detik-Detik Tragis Penombak Ikan Ditelan Ombak
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi