Ada pertimbangan tertentu yang membuat nama ini lebih dibutuhkan daripada stok calon pemain naturalisasi lainnya.
Timnas Indonesia termasuk kelompok cabor (cabang olah raga) yang banyak memiliki pemain naturalisasi. Yaitu para atlet dengan galur kekeluargaan memiliki darah asal Tanah Air, atau dalam "bahasa" Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) disebut pemain dengan Granny's Rules alias memiliki nenek moyang berkebangsaan tertentu yang menjadikannya dibolehkan mewakili negara selain kewarganegaraan yang dimiliki saat ini.
Mereka yang berdarah seperti itulah dianggap mampu mewakili atau menjadi representasi lebih dari satu negara. Indonesia termasuk salah satu di antaranya, di mana para pemain dari satu atau lebih generasi memiliki kekerabatan dengan Tanah Air kita. Hasilnya adalah pemain-pemain yang bermain di berbagai liga Eropa, dengan orangtua, kakek-nenek, bahkan buyut berasal dari negeri ini.
Dua nama yang saat ini hangat diperbincangkan sebagai calon pemain naturalisasi terbaru adalah Jay Idzes dan Ryan Flamingo.
Beberapa saat lalu, Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir telah memberikan konfirmasi bahwa Jay Idzes, pemain asal Belanda akan masuk program naturalisasi.
Kemudian, teredar kabar dari sebuah media Korea Selatan yang menyatakan Coach Shin Tae-yong "naksir" Ryan Flamingo.
Akan tetapi, berbeda dengan Jay Idzes yang diwartakan dan PSSI lewat pernyataan Ketua Umum Erick Thohir, soal Ryan Flamingo belum ada konfirmasi sama sekali.
Komentator sepak bola kenamaan Indonesia, Ronny Pangemanan lewat kanal YouTube atas nama akun Bung Ropan menyatakan senada, "Soal Ryan Flamingo, pemain Sassuolo yang akan dinaturalisasi ini hanya ramai di media sosial."
Menurutnya, ini disebabkan media Korea, Best Eleven yang saat itu memberitakan soal Shin tae-yong tengah mencari pemain Grade A untuk dinaturalisasi menjadi anggota Timnas Indonesia. Salah satu nama yang muncul adalah Ryan Flamingo.
Menurut Ronny Pangemanan, bila persyaratannya adalah perlu pemain Grade A, pemain berusia 20 tahun ini memenuhi kriteria. Sebelum dipinjamkan ke FC Utrecht, Ryan Flamingo pernah dimainkan pula di SBV Vitesse (Arnheim, Belanda).
"Sebagai pemain belakang, dalam empat kali tampil ia sudah bisa mencetak satu gol," ulas Bung Ropan.
Akan tetapi, pemain belakang atau gelandang bertahan di Timnas Indonesia saat ini sudah banyak. Bahkan menumpuk ketersediaannya.
Itu sebabnya, ketika PSSI memunculkan nama Jay Idzes sama sekali tidak terduga. Seperti Operasi Sunyi Senyap, tahu-tahu nama ini mengemuka.
"Sama halnya ketika disebut-sebut nama Mees Hilgers. Terus dibicarakan. Bahkan disebutkan bahwa mamanya ke Indonesia, karena berdarah Sulawesi Utara. Tapi saya sendiri tidak percaya, karena belum ada keterangan dari orang dalam PSSI," papar sosok berkacamata tadi.
"Saya tahu ini pasti tengah ada Operasi Sunyi Senyap yang luar biasa. Dan nama yang muncul adalah Jay Idzes. Nama yang bagus karena Grade A, tinggi badan 190 cm, bisa bermain di belakang, dan bermain menjadi gelandang bertahan. Kita bersyukur bila nantinya ia bisa diupayakan bermain di Qatar karena kita lolos bermain di sana untuk tim senior, dan STY akan bawa tim ini. Kita bertarung di Grup D, ada Jepang, Iran, dan Vietnam," tandasnya.
Namun antara proses naturalisasi, termasuk saat diambil sumpah dan dibawa bermain sebagai anggota Timnas Indonesia juga perlu waktu. Apalagi kini sudah di akhir September.
"Dengan waktu tinggal tiga bulan, paling tidak Jay Idzes sudah harus diambil sumpah pada Desember, untuk proses alih status dari Belanda ke Indonesia," tuturnya.
Berita Terkait
-
Amunisi Timnas Indonesia Berdatangan, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh Bisa Dimainkan Bareng di Kualifikasi Piala Dunia 2026
-
Laga Sengit Uji Coba Timnas Indonesia U-17 vs TSV Meerbusch di Jerman, Ini Penilaian Coach Bima Sakti Soal Kalah Tipis
-
Sherzod Esanov Disebut-sebut Mirip Elkan Baggott, Ini Head-to-Head Dua Pemain Timnas Rp 3 M vs Rp 4 M
-
Atasi Indra Sjafri - Timnas Indonesia, Ini Profil dan Biodata Timur Kapadze yang Antar Uzbekistan Terus Melaju di Asian Games 2022
-
Ramadhan Sananta Merapat, Eks Pemain Uzbekistan Banderol Rp 21 M Langsung Mengendus, Ini Profil dan Biodata Timur Kapadze
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
Terkini
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
PM Spanyol Menunduk Minta Maaf ke Prancis Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Ada Apa?
-
Prancis Nyaris Tak Tersentuh Selama 7 Dekade! Spanyol Bisa Ubah Sejarah Malam Ini?
-
Penyebab Kematian Jayden Adams Masih Gelap, Benarkah Gegara Tenggak Cairan Ini?
-
Panas! Provokasi Lamine Yamal Jelang Kick Off Prancis vs Spanyol
-
Susunan Pemain Prancis vs Spanyol: Mbappe Pimpin Les Blues, La Furia Roja Andalkan Yamal
-
Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh
-
Mandy CJ Gelar Pameran Tunggal The Way Back, Jadikan Seni sebagai Jembatan Toleransi
-
Head to Head Inggris vs Argentina: Tiga Singa Hanya Dua Kali Kalah, Salah Satunya karena Gol Tangan
-
Di Balik Soundtrack Film 402: Rumah Sakit Angker Korea, Ada Sisipan Notasi 'Laa Ilaha Illallah'