Video viral di media sosial yang memperlihatkan sejumlah petugas berusaha mengevakuasi warga di wilayah terdampak abu vulkanik, akibat Gunung Semeru meletus.
Terlihat, para petugas melakukan evakuasi dengan pakaian penuh abu. Namun, ada ponpes di lokasi terdampak tidak menggubris hal tersebut. Bahkan, mereka memilih bertahan di ponpes tersebut.
Dalam video yang beredar, penghuni pesantren itu menolak evakuasi dan memilih tetap tinggal di pondok pesantren. Sempat terjadi adu pendapat antara pimpinan pondok dengan para petugas.
Kompleks tersebut berada di komplek Pondok Pesantren Nurul Barokah-Hidayah Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. Pemilik pondok dalam video tersebut mengaku tinggal bersama 15 orang santri.
"Ini pondok, seumpama terjadi apa-apa saya yang bertanggungjawab. Ojo koyok ngene. Kita di sini negara hukum pak," kata pria berbaju gamis putih dalam unggahan video di akun instagram @indonesiadalynet.
Pria tersebut tetap menolak evakuasi, meski dalam suasana genting. Tampak APG yang mulai menyelimuti kompleks bangunan. Pria tersebut mengaku bertanggungjawab atas para santri.
"Ini saya pengasuhnya pondok. Wis gak usah opo jare aku. Gak usah wis. Sepurane," katanya.
Petugas pun akhirnya meninggalkan kompleks pondok dengan pesan bahwa telah berusaha mengajak untuk mengungsi. Bila terjadi sesuatu, petugas tidak mau disalahkan karena ajakannya ditolak.
"Viral video yang menunjukkan pihak sebuah pondok pesantren (ponpes) menolak untuk dievakuasi aparat. Padahal keberadaan pondok pesantren tersebut berada di zona merah dari Gunung Semeru. Semoga untuk yang ada di dalam pondok pesantren tersebut diberikan keselamatan dari erupsi Gunung Semeru," tulis dalam unggahan tersebut.
Baca Juga: 45 Ucapan Natal dan Tahun Baru untuk Keluarga, Teman dan Pasangan
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
BUMN RI Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Sumber Cuan, Biaya Pakan Ternak Turun 60%
-
5 Zodiak Paling Beruntung 23 Juni 2026, Taurus dan Virgo Diprediksi Ketiban Hoki
-
IHSG Belum Aman, MNC Sekuritas Prediksi Koreksi Berlanjut Sebelum Menguat
-
Piala Dunia 2026 Ubah Wajah Sepak Bola: Dari 2 Babak Jadi 4 Babak, Inovasi atau Ancaman?
-
Jurgen Klopp Semprot Van der Vaart Usai Kritik Pedas Van Dijk di Piala Dunia 2026
-
Iran vs Barat: Skema Asuransi Selat Hormuz Bisa Lumpuhkan Perdagangan Dunia
-
Cetak Gol Tendangan Roket ke Gawang Irak, Mbappe Selisih 3 Gol dari Messi
-
Lionel Scaloni Blak-blakan: Argentina Lolos ke 32 Besar, Tapi Masih Banyak PR
-
Cristiano Ronaldo Baru 8 Gol, Messi 18 Gol, Miroslav Klose: Selamat Champ!