/
Rabu, 21 Desember 2022 | 04:13 WIB
Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil. [ANTARA/HO-Humas Pemda Jawa Barat]

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disebut bisa menimbulkan konflik internal NU, akibat pernyataan bahwa Pemprov Jabar sudah mengucurkan anggaran dana Rp1 Triliun untuk NU Jabar.

Tentu saja, pernyataan Ridwan Kamil membuat Keluarga besar Nahdlatul Ulama kecewa, karena mantan Wali Kota Bandung itu disebut telah mengucurkan dana untuk Nahdlatul Ulama Jabar dalam bentuk beberapa program.

Pernyataan itu disampaikan Ridwan Kamil saat memberikan pidato pengantar pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022. 

Mengutip dari Purwasuka, program yang diberikan RK itu untuk mendukung dakwah Rp160 miliar, anggaran tersebut 80 persennya diberikan untuk JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffah). 

“Alhamdulillah, tahun ini Covid-19 sudah surut, hibah untuk keluarga besar Nahdlatul Ulama dengan segala elemennya naik kembali menjadi Rp253 miliar,” kata gubernur Jabar saat memberikan pidato pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022. 

Selain itu, gubernur Jabar mengaku telah  memberikan dana hibah difokuskan pada program ekonomi kemandirian umat melalui pesantren, dengan nama program One Pesantren One Product (OPOP) untuk program kedua. 

Anggaran yang telah diberikan untuk program OPOP tersebut sebesar Rp220 Milyar, di mana 70 persennya diserahkan kepada pesantren-pesantren NU di Jawa Barat.

Kemudian, gubernur Jabar pun mengaku telah memberikan dana hibah untuk Nahdlatul Ulama beserta elemen-elemennya secara bertahap. Pada tahun 2019, dana hibah diserahkan sebesar Rp231 Milyar.

Lalu, tahun 2020 dana hibah sebesar Rp109 Milyar. Tahun 2021 sebesar Rp83 Milyar, dan terakhir 2022 ini sebesar Rp253 Milyar.

Baca Juga: Ridwan Kamil Sudah Jadi Keluarga Golkar, PAN Belum Juga Menyerah

Dalam pidatonya, gubenur Jabar mengaku semua kucuran dana yang sudah diberikannya untuk untuk Nahdlatul Ulama tersebut mencapai Rp1 triliun. 

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jabar, Kurnia Permana Kusumah menilai pernyataan gubernur Jabar tersebut memicu konflik internal di Nahdlatul Ulama.

Memicu konflik karena buntut dari pernyataan soal dana hibah Rp1 triliun tesebut membuat Nahdlatul Ulama tidak nyaman, dikejar pengurus cabang. 

“Bikin kisruh, kita aka dikejar pengurus cabang. Jadi tidak bertanggung jawab pernyataannya (gubernur Jabar),” kata dia, Sabtu, 17 Desember 2022. 

Apalagi apa yang dikatakan gubernur Jabar tersebut tak sesuai faktanya. PWNU Jabar justru menerima anggaran sangat kecil dari Pemerintah Provinsi Jabar. 

“Jumlah Rp1 triliun itu kan total, artinya ada beberapa pihak yang menerima bantuan. Jadi dijelaskan siapa saja yang menerima. Kita harus verifikasi, tidak bisa diklaim (semua NU Jabar). Jadi akhirnya, kita terbebani, seolah-olah kita telah mendapatkan bantuan sebesar Rp1 triliun. Padalam mana, tidak ada itu,” tegas dia.

Load More