Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil disebut bisa menimbulkan konflik internal NU, akibat pernyataan bahwa Pemprov Jabar sudah mengucurkan anggaran dana Rp1 Triliun untuk NU Jabar.
Tentu saja, pernyataan Ridwan Kamil membuat Keluarga besar Nahdlatul Ulama kecewa, karena mantan Wali Kota Bandung itu disebut telah mengucurkan dana untuk Nahdlatul Ulama Jabar dalam bentuk beberapa program.
Pernyataan itu disampaikan Ridwan Kamil saat memberikan pidato pengantar pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022.
Mengutip dari Purwasuka, program yang diberikan RK itu untuk mendukung dakwah Rp160 miliar, anggaran tersebut 80 persennya diberikan untuk JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffah).
“Alhamdulillah, tahun ini Covid-19 sudah surut, hibah untuk keluarga besar Nahdlatul Ulama dengan segala elemennya naik kembali menjadi Rp253 miliar,” kata gubernur Jabar saat memberikan pidato pembukaan Mukerwil PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Al-Muhajirin 2, Kabupaten Purwakarta, Sabtu, 17 Desember 2022.
Selain itu, gubernur Jabar mengaku telah memberikan dana hibah difokuskan pada program ekonomi kemandirian umat melalui pesantren, dengan nama program One Pesantren One Product (OPOP) untuk program kedua.
Anggaran yang telah diberikan untuk program OPOP tersebut sebesar Rp220 Milyar, di mana 70 persennya diserahkan kepada pesantren-pesantren NU di Jawa Barat.
Kemudian, gubernur Jabar pun mengaku telah memberikan dana hibah untuk Nahdlatul Ulama beserta elemen-elemennya secara bertahap. Pada tahun 2019, dana hibah diserahkan sebesar Rp231 Milyar.
Lalu, tahun 2020 dana hibah sebesar Rp109 Milyar. Tahun 2021 sebesar Rp83 Milyar, dan terakhir 2022 ini sebesar Rp253 Milyar.
Baca Juga: Ridwan Kamil Sudah Jadi Keluarga Golkar, PAN Belum Juga Menyerah
Dalam pidatonya, gubenur Jabar mengaku semua kucuran dana yang sudah diberikannya untuk untuk Nahdlatul Ulama tersebut mencapai Rp1 triliun.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jabar, Kurnia Permana Kusumah menilai pernyataan gubernur Jabar tersebut memicu konflik internal di Nahdlatul Ulama.
Memicu konflik karena buntut dari pernyataan soal dana hibah Rp1 triliun tesebut membuat Nahdlatul Ulama tidak nyaman, dikejar pengurus cabang.
“Bikin kisruh, kita aka dikejar pengurus cabang. Jadi tidak bertanggung jawab pernyataannya (gubernur Jabar),” kata dia, Sabtu, 17 Desember 2022.
Apalagi apa yang dikatakan gubernur Jabar tersebut tak sesuai faktanya. PWNU Jabar justru menerima anggaran sangat kecil dari Pemerintah Provinsi Jabar.
“Jumlah Rp1 triliun itu kan total, artinya ada beberapa pihak yang menerima bantuan. Jadi dijelaskan siapa saja yang menerima. Kita harus verifikasi, tidak bisa diklaim (semua NU Jabar). Jadi akhirnya, kita terbebani, seolah-olah kita telah mendapatkan bantuan sebesar Rp1 triliun. Padalam mana, tidak ada itu,” tegas dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!
-
Ramalan Keuangan Zodiak 25 Maret 2026: Ini 5 Zodiak Paling Moncer, Ketiban Rezeki Nomplok
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Dulu Jauh dari Tuhan, Ivan Gunawan Kenang Momen Diajak Edric Tjandra Temui Banyak Pendeta
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis