/
Sabtu, 18 Februari 2023 | 15:39 WIB
Menparekraf yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Uno hadiri acara peresmian Sekber Gerindra-PKB di Jakata, Senin (23/1/2023). ([ANTARA])

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno angkat suara terkait isu yang santer menyebutkan dirinya akan pindah dari Partai Gerindra ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengatakan menyerahkan keputusan tersebut kepada Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

"Nanti Pak Mar sama Pak Prabowo yang akan bertemu karena itu memang ranahnya dari pimpinan partai politik," ucap Sandiaga Uno usai hadiri Harlah ke-50 PPP di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Jumat (17/2/2023).

Sandiaga Uno mengatakan, hubungan yang terjalin antara Mardiono dan Prabowo sangat akrab. Ini terbukti dari guyonan Mardiono kepada Prabowo yang ingin meminjam Sandiaga untuk dijadikan sebagai capres atau cawapres.

Mendengar candaan itu, Prabowo pun menyampaikan pesan kepada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia agar jangan memprovokasi.

"Tadi banyak guyon ya, sama Pak Prabowo juga ada, bahwa Pak Mardiono tadi menyampaikan pinjem dulu (Sandi-nya), Pak Prabowo bilang ke Pak Bahlil (Menteri Investasi) begini, 'jangan provokasi, jangan provokasi'," ujar Sandiaga.

Sandiaga Uno menambahkan, untuk saat ini dirinya akan mengikuti arahan dari pimpinan partai politik mengingat pemilihan umum akan berlangsung kurang dari satu tahun lagi.

"Kita harus hati-hati, waspada, dan jangan sampai agenda kontestasi demokrasi dan politik ini mengganggu pemulihan dan persatuan, sudah saatnya kita terus percepat pembangunan," katanya.

Baca Juga: Soal Anies Baswedan Punya Hutang Rp50 Miliar ke Sandiaga Uno, Fahri Hamzah Ikut Buka Suara

Load More