/
Kamis, 23 Maret 2023 | 10:30 WIB
Gunung Sawal (Harapanrakyat.com)

Hal ini menyebabkan beberapa hasil identifikasi lokasi rusak. Kode-kode peneliti yang ditorehkan dalam batuan menjadi acak-acakan. Kondisi seperti ini membuat mereka semakin sulit mencari letak dan posisi yang pas untuk diteliti lebih dalam lagi.

Walaupun sedikit terganggu dengan kondisi saat itu, para peneliti terus mencari jejak-jejak sumber penting guna menemukan posisi yang tepat emas itu berada. Sampai pada puncaknya mereka menemukan bongkahan emas yang sama seperti batuan pertama yang dimiliki guru SD tadi, kadarnya 60 persen baik dan sudah dipastikan emas murni.

Pemerintah Berencana Menambang Emas di Gunung Sawal
Setelah beberapa hari mendengar berita penemuan bongkahan emas di gunung Sawal, pemerintah berencana menambangnya untuk kepentingan ekonomi negara.

Saat itu pemerintahannya adalah Orde Lama, Bung Karno masih menjadi presiden yang powerfull selalu optimis untuk memanfaatkan sumber daya alam Indonesia sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.

Bahkan ada kabar bahwa Bung Karno memimpikan sumber daya alam –emas­ yang ada di gunung Sawal bisa menjadi cadangan Irian Barat yang kala itu masih dikuasai oleh Belanda dan para sekutunya.

Orang nomor satu di republik ini begitu yakin dengan kekayaan alam yang tersimpan di gunung Sawal. Konon emas yang akan ditambang oleh pemerintah digunakan untuk prioritas kebangsaan. Artinya menjadi modal untuk menciptakan bangsa yang makmur dan sejahtera.

Namun pada tahun 1965 kekuasaan Bung Karno jatuh. Sebagaimana kita ketahui bersama Bung Karno dituduh terlibat dengan kerusuhan politik G30S 1965. Oleh sebab itu ia dijadikan tahanan politik pada masa pemerintahan Orde Baru.

Entah bagaimana nasib proyek penambangan emas di gunung Sawal setelah republik kita berganti era. Apakah penambangan itu dilanjutkan, atau berhenti? Yang jelas belum ditemukan sumber yang memaparkan jawabannya itu.

Baca Juga: China Mulai Pasarkan Vaksin Berbasis mRNA

Load More