Hal ini menyebabkan beberapa hasil identifikasi lokasi rusak. Kode-kode peneliti yang ditorehkan dalam batuan menjadi acak-acakan. Kondisi seperti ini membuat mereka semakin sulit mencari letak dan posisi yang pas untuk diteliti lebih dalam lagi.
Walaupun sedikit terganggu dengan kondisi saat itu, para peneliti terus mencari jejak-jejak sumber penting guna menemukan posisi yang tepat emas itu berada. Sampai pada puncaknya mereka menemukan bongkahan emas yang sama seperti batuan pertama yang dimiliki guru SD tadi, kadarnya 60 persen baik dan sudah dipastikan emas murni.
Pemerintah Berencana Menambang Emas di Gunung Sawal
Setelah beberapa hari mendengar berita penemuan bongkahan emas di gunung Sawal, pemerintah berencana menambangnya untuk kepentingan ekonomi negara.
Saat itu pemerintahannya adalah Orde Lama, Bung Karno masih menjadi presiden yang powerfull selalu optimis untuk memanfaatkan sumber daya alam Indonesia sebaik-baiknya dan seadil-adilnya.
Bahkan ada kabar bahwa Bung Karno memimpikan sumber daya alam –emas yang ada di gunung Sawal bisa menjadi cadangan Irian Barat yang kala itu masih dikuasai oleh Belanda dan para sekutunya.
Orang nomor satu di republik ini begitu yakin dengan kekayaan alam yang tersimpan di gunung Sawal. Konon emas yang akan ditambang oleh pemerintah digunakan untuk prioritas kebangsaan. Artinya menjadi modal untuk menciptakan bangsa yang makmur dan sejahtera.
Namun pada tahun 1965 kekuasaan Bung Karno jatuh. Sebagaimana kita ketahui bersama Bung Karno dituduh terlibat dengan kerusuhan politik G30S 1965. Oleh sebab itu ia dijadikan tahanan politik pada masa pemerintahan Orde Baru.
Entah bagaimana nasib proyek penambangan emas di gunung Sawal setelah republik kita berganti era. Apakah penambangan itu dilanjutkan, atau berhenti? Yang jelas belum ditemukan sumber yang memaparkan jawabannya itu.
Baca Juga: China Mulai Pasarkan Vaksin Berbasis mRNA
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
-
Gandus Geger, Siswi SD Ditemukan Trauma, Diduga Korban Kekerasan Seksual Driver Ojol
-
Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Dituduh Aniaya ART, Erin Taulany Bongkar Bukti CCTV: Dia yang Kabur dan Langgar Privasi
-
Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?
-
KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan
-
AI Diklaim Bisa Jadi Solusi Mitigasi Banjir Rob dan Krisis Air Bersih, Gimana Caranya?
-
Indonesian Proposal Jadi Fokus Pertemuan Indonesia dan United Kingdom Intellectual Property Office