Dibalik kegembiraan ratusan para pemudik yang hendak pulang kampung, di situ ada sosok ayah yang merupakan kuli panggul di Pelabuhan Merak banting tulang mencari rezeki untuk memenuhi kebutuhan bayar zakat fitrah..
Pria berkulit sawo matang berjalan begitu gesit, dengan memanggul ransel di sela sela ratusan orang, yang hendak menaiki kapal feri.
Fatuni namanya, sosok ayah yang tidak kenal lelah menahan beban berat yang dipikulnya. Urat di leher tampak tersembul menahan beban berat yang di pikul nya.
Satu bungkusan barang berwana hitam yang dipikul sembari menggendong tas brukuran yang cukup sedang, seolah tidak menjadi beban baginya.
Kepada SuaraBanten.id, Fatuni mengaku sudah tiga tahun melakoni pekerjaannya sebagi tukang kuli panggul para penumpang yang hendak menaiki kapal dan begitupun sebaliknya.
Ia menyatakan tidak merasa malu dengan pekerjaannya saat ini, demi menafkahi anak dan istri.
Mengingat di bulan suci ramdhan ini dia harus memitrahi istri dan anaknya itu. Dari mulai H-10 lebaran dirinya sudah bekerja menyambut para pemudik.
"Dari h-10 udah mualai kerja panggul, kalau buat fitrah anak dan jajan insyallah ada," tuturnya di lorong penumpang pejalan kaki Dermaga 1.
Ia mengungkapkan, penumpang kapal pada arus mudik tahun ini cukup ramai. Karena itu ia mengaku mendapatkan penghasilan yang cukup.
Baca Juga: Diduga Kelelahan Saat Perjalanan, Pemudik Motor Pingsan di Pelabuhan Ciwandan
Dalam satu hari, ia bisa mendapatkan Rp300 sampai dengan Rp500 ribu kentungan dari hasil panggul barang-barang milik pemudik.
"Kisaran 300 sampai 500 dalam satu hari. kalau musim rame mudik," ungkapnya.
Kedati demikian, kata Fatuni, pendapat dari hasil kuli panggul itu, kembali kepada kekuatan fisik dalam bekerja.
"Tergantung giat kitanya gimana dan tergantung kuat (fisik) apa tidaknya," tuturnya.
Karena itu, ia menyatakan pekerjaannya ini perlu fisik yang kuat. Mengingat jarak Terminal Terpadu Merak (TTM) tempat berhentinya para penumpang yang hendak ke kapal jaraknya cukup jauh.
"Jauh itu jaraknya dari TTM kesini tuh mayan, minimal satu kilo," katanya.
Berita Terkait
-
Diduga Kelelahan Saat Perjalanan, Pemudik Motor Pingsan di Pelabuhan Ciwandan
-
Omzet Pedagang Kopi di Pelabuhan Merak Turun Drastis, Buntut Pengalihan Pemudik Motor ke Pelabuhan Ciwandan
-
Informasikan Kemacetan di Tol Cikampek, Politisi Demokrat Dirujak Netizen: Cikampek Lampung ya Bang?
-
Tarif Penyeberangan Merak-Bakauheni dan Cara Pesan Tiket Online Pelabuhan Merak Lewat Aplikasi Ferizy
-
Pemudik Motor Tidak Boleh Nyebrang ke Sumatra Lewat Pelabuhan Merak, Presiden Jokowi: Itu Bagus
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi