Baru-baru ini beredar kabar yang mengklaim Presiden Jokowi atau Joko Widodo menetapkan aturan baru soal usia pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) 50 tahun.
Klaim Presiden Jokowi tetapkan usia pensiun PNS 50 tahun beredar melalui sebuah video TikTok. "Jokowi Sahkan Aturan Baru! Usia Pensiun 50 Tahun Sudah Pensiun," tulis narasi yang diunggah di TikTok tersebut.
Dalam unggahan video TikTok tersebut menampilkan foto Presiden Jokowi dengan tulisan yang seolah mempertanyakan jika aturan tersebut diterapkan apakah tetap ada pensiun. "tetap dapat dana pensiun?" tulis akun TikTok tersebut.
Lantas, benarkah Presiden Jokowi tetapkan usia pensiun PNS 50 tahun? hal tersebut akan terjawab melalui artikel ini.
Penjelasan Cek Fakta
Klaim Presiden Jokowi tetapkan usia pensiun PNS 50 tahun langsung dibantah Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Mohammad Averrouce.
Averrouce menegaskan, aturan terkait batas usia pensiun PNS masih menggunakan aturan lama yakni Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil.
"Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri sipil. Pasal 239, dicek ya," kata Averrouce.
Pada aturan lama mengenai usia pensiun PNS di antaranya sebagai berikut:
1. Usia 58 tahun untuk pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional pejabat ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan.
2. Usia 60 tahun untuk pejabat pimpinan tinggi dan fungsional madya.
3. Usia 65 tahun untuk PNS pemangku pejabat fungsional ahli utama.
Kesimpulan
Mengacu pada penjelasan cek fakta di atas dapat dipastikan klaim adanya aturan baru mengenai usia pensiun PNS 50 tahun adalah berita yang tidak benar karena aturan pensiun PNS masih menggunakan aturan yang lama.
Faktanya, klaim yang mengatakan bahwa Presiden Jokowi telah mengesahkan batas usia pensiun PNS menjadi 50 tahun adalah tidak benar.
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Ganjar Pranowo Pucat, Semua Kecurangan Terbongkar, PDI P Dibalik Semua Kejahatan, Benarkah?
-
Cek Fakta: Geger! Muhammadiyah Gandeng Polri Serbu Markas Besar PKI, Benarkah?
-
CEK FAKTA: FIFA Coret Israel dari Piala Dunia U-20, Presiden Argentina ke Jakarta Demi Loloskan Indonesia, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Innalillahi, Pengacara Kondang Hotman Paris Meninggal Dunia, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Breaking News! Prabowo Subianto Ditendang dari Kabinet Kerja, Nasibnya Berakhir Mengenaskan
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Xi Jinping Blak-blakan Soal Ancaman Perang AS-China Trump Diam 1000 Bahasa
-
BTS Hingga Madonna Siap Perform di Final Piala Dunia 2026, FIFA Siapkan Panggung Spektakuler
-
Manchester United Disebut Berencana Permanenkan Michael Carrick
-
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Kampus Apa? Dapat Beasiswa, Bisa Kuliah dari Penjara
-
Motorola Razr Fold FIFA World Cup 26 Edition Rilis di Asia, Ada Logo Emas 24 Karat
-
Persib Bandung Didenda Rp3,5 Miliar dan Disanksi AFC usai Kerusuhan di ACL 2
-
Amerika Siap-siap Macet Parah di Piala Dunia 2026 karena Ini
-
Tak Cukup Minta Maaf usai Merokok dan Main Gim saat Rapat, Anggota DPRD Jember Harus Diberi Sanksi
-
Dari Drakor ke Seoul, Wujudkan Liburan Impian di Korea Hybrid Travel Fair 2026
-
Tuntutan 18 Tahun Nadiem: Angka Keadilan atau Pesan Politik yang Brutal?