Kasus kematian anggota satuan lalu lintas Polres Samosir, Sumatera Utara, Bripka Arfan Saragih alias Bripka AS memasuki babak baru. Sejumlah kejanggalan ditemukan oleh pengacara keluarga Bripka AS, Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin yang juga pengacara keluarga Brigadir J, korban pembunuhan berencana Ferdy Sambo Cs itu meminta Bareskrim Polri untuk mengambil alih kasus tersebut setelah tak ada kemajuan ditangani Polda Sumatera Utara.
Kamaruddin Simajuntak beberkan sejumlah kejanggalan yang ia temukan di kasus tewasnya Bripka AS.
Ia jelaskan bahwa ada temuan luka trauma akibat benda tumpul di kepala dan rahang. Serta ada kejanggalan lain terkait transaksi pembelian racun sianida.
"Yang aneh adalah kurir yang mengantar sianida ke Bripka AS hanya bekerja satu hari pada saat itu. Setelah itu, tidak bekerja lagi," ujar Kamaruddin.
"Sangat mencurigakan, sianida konon dipesan dari Bogor. Padahal saat itu ponsel korban sudah disita oleh Kapolres. Ini sangat mencurigakan," lanjut Kamaruddin.
Selain itu menurut Kamarudin, beberapa kejanggalan terkait kematian Bripka AS, termasuk tidak ditunjukkannya ponsel milik Bripka AS yang disita oleh Kapolres Samosir, serta adanya luka akibat benda tumpul di wajah dan bagian belakang kepala jenazah Bripka AS.
Sebelumnya, Bripka AS terlibat kasus penggelapan pajak sebesar Rp2,5 miliar.
Bripka AS kemudian dilaporkan meninggal dunia. Menurut Polda Sumatera Utara, Bripka AS tewas karena minum racun sianida.
Baca Juga: CEK FAKTA: Putri Sulung Ferdy Sambo, Trisha Eungelica Dipenjara, Benarkah?
Berita Terkait
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Keluarga Brigadir J Kini Tangani Kasus Misteri Kematian Bripka AS
-
Anaknya Ultah, Ferdy Sambo dan Istri Tulis Surat sampai Kirim Bunga dan Kue dari Balik Jeruji Besi
-
Merasa Janggal, Kamaruddin Simanjuntak Minta Bareskrim Ambil Alih Kasus Kematian Bripka Arfan Saragih
-
Temukan Kejanggalan, Kamaruddin Simanjuntak Minta Bareskrim Polri Ambil Alih Kasus Kematian Bripka Arfan Saragih
-
Digelar di PN Jaksel 6 Juni Mendatang, Mario Dandy Bakal Diadili Hakim Kasus Ferdy Sambo Cs
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli