/
Selasa, 08 Agustus 2023 | 08:19 WIB
Pak Midun Kayuh Sepeda Sejauh 760 KM Tuntut Keadilan Tragedi Kanjuruhan: Sudah 5 Hari di Jalan, Lalui 300 KM dan 6 Kota. (Twitter @tribunmelawan)

Miftahudin Ramli atau pak Midun masih tampak kuat dan bugar mengayuh sepeda berkeranda meski usai sudah menginjak 52 tahun. 

Pak Midun jadi sorotan setelah menjalani misi mencari keadilan tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 153 orang. 

Pak Midun kayuh sepeda miliknya dari kota Batu, Malang menuju Jakarta. Ia mengemban misi menuntut tragedi Kanjuruhan masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat. 

Di sepeda yang ia kayuh terdapat keranda bertuliskan "Justice for Kanjuruhan" "Footbal Without Violence". Terdapat juga papan kardus berisi pesan untuk presiden Jokowi

"Pak Jokowi waktu di rumah sakit Saiful Anwar bilang usut tuntas, mana?? Sdh 10 bln, apakah krn orang kecil!! Tragedi Kanjuruhan pelanggaran HAM berat!!!

Midun berangkat dari Batu pada Kamis (3/8) pukul 11:00 WIB. Kemarin, Senin (7/8), Midun telah sampai di kota Kudus.

Akun Twitter @tribunmelawan menginformasikan kehadiran pak Midun di Kudus disambut dengan suporter lokal di sana. 

"Kabar terbaru, ebes midun telah sampai di Kudus. Terima kasih banyak, dan hormat untuk kawan-kawan yang rela menanti kedatangan beliau. Sehat-sehat yaaaa rekkk," cuit akun @mlgcollective. 

Total Midun dalam misi mencari keadilan tragedi Kanjuruhan sudah melalui kurang lebih 6 kota dan mengayuh sepeda sepanjang 300 KM. Sudah lebih dari 5 hari, Midun berada di jalan. 

Baca Juga: Publik Kecewa Tragedi Kanjuruhan dan Pembantaian KM 50 Tak Masuk dalam Kasus Pelanggaran HAM Berat yang Diumumkan Presiden Jokowi

Fakta yang lebih miris, Midun ternyata bukan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Statusnya pun ASN di Pemkot Batu. 

Midun nekat melakukan aksinya ini karena ingin menyuarakan pesan perdamaian sebagai warga Malang dan menuntut tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 153 orang ditetapkan pemerintah sebagai pelanggaran HAM berat. 

Jika merujuk pada Google Map, Midun praktis akan menempuh 760 KM dari Malang menuju Jakarta. Ia bakal habiskan kurang lebih 156 jam untuk bisa menyuarkan keadilan untuk tragedi Kanjuruhan. 

Load More