Miftahudin Ramli atau pak Midun masih tampak kuat dan bugar mengayuh sepeda berkeranda meski usai sudah menginjak 52 tahun.
Pak Midun jadi sorotan setelah menjalani misi mencari keadilan tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 153 orang.
Pak Midun kayuh sepeda miliknya dari kota Batu, Malang menuju Jakarta. Ia mengemban misi menuntut tragedi Kanjuruhan masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat.
Di sepeda yang ia kayuh terdapat keranda bertuliskan "Justice for Kanjuruhan" "Footbal Without Violence". Terdapat juga papan kardus berisi pesan untuk presiden Jokowi.
"Pak Jokowi waktu di rumah sakit Saiful Anwar bilang usut tuntas, mana?? Sdh 10 bln, apakah krn orang kecil!! Tragedi Kanjuruhan pelanggaran HAM berat!!!
Midun berangkat dari Batu pada Kamis (3/8) pukul 11:00 WIB. Kemarin, Senin (7/8), Midun telah sampai di kota Kudus.
Akun Twitter @tribunmelawan menginformasikan kehadiran pak Midun di Kudus disambut dengan suporter lokal di sana.
"Kabar terbaru, ebes midun telah sampai di Kudus. Terima kasih banyak, dan hormat untuk kawan-kawan yang rela menanti kedatangan beliau. Sehat-sehat yaaaa rekkk," cuit akun @mlgcollective.
Total Midun dalam misi mencari keadilan tragedi Kanjuruhan sudah melalui kurang lebih 6 kota dan mengayuh sepeda sepanjang 300 KM. Sudah lebih dari 5 hari, Midun berada di jalan.
Fakta yang lebih miris, Midun ternyata bukan dari keluarga korban tragedi Kanjuruhan. Statusnya pun ASN di Pemkot Batu.
Midun nekat melakukan aksinya ini karena ingin menyuarakan pesan perdamaian sebagai warga Malang dan menuntut tragedi Kanjuruhan yang tewaskan 153 orang ditetapkan pemerintah sebagai pelanggaran HAM berat.
Jika merujuk pada Google Map, Midun praktis akan menempuh 760 KM dari Malang menuju Jakarta. Ia bakal habiskan kurang lebih 156 jam untuk bisa menyuarkan keadilan untuk tragedi Kanjuruhan.
Berita Terkait
-
Dikunjungi Sekjen OKI ke Istana Merdeka, Jokowi Bahas Isu Pembakaran Alquran hingga Rohingya
-
Advokasi Rakyat dan Satgas PDIP Jogja Laporkan Rocky Gerung soal UU ITE
-
Rocky Gerung Minta Maaf Anak Sulung Jokowi Ikut Di-bully, Gibran: Ayo Mabar Zilong Bang
-
Cuaca Ekstrem di Korea Hantui Ribuan Pramuka Indonesia, Jokowi: Saya Perintahkan Kemlu Selalu Memantau
-
Adu Gaya Erina Gudono dan Iriana Jokowi Sama-sama Kenakan Kebaya Encim di Acara Istana Berkebaya: Sama-sama Fresh!
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10 Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Mulai Kendur dan Turun di Usia 40 Tahun
-
HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh
-
Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram
-
Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend
-
Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT
-
4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis
-
1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT
-
Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!