Menteri BUMN Erick Thohir baru-baru ini mendapatkan sindiran dari netizen, lantaran adanya salah satu karyawan PT KAI menjadi teroris.
Sindiran itu dilontarkan lantaran Erick Thohir mulai membahas soal Capres dan Cawapres 2024 mendatang.
Para netizen meminta kepada Erick Thohir agar tidak membahas jauh-jauh. Mereka meminta kepada menteri BUMN tersebut untuk membenahi perusahaan anak Badan Usaha Milik Negara tersebut.
Sindiran dan cibiran tersebut dilihat dari cuitan netizen di Twitter beserta komentarnya.
"Pak @erickthohir salah stu pgwai BUMN @KAI121 ditangkap Densus 88 hari ini di Bekasi. Ga main2 barang bukti yg disita, senjata beserta amunisinya, dan juga buku2 Khas ideologi Wahabi Salafi dan ISIS. Ayo Pak Erick, BUMN kita masih menjadi sarang ideolog Wahabi Salafi, bahkan tersangka teroris, ambil kebijakan sebagai bentuk tindakan Preventif," cuit akun @gagal_hijrah.
Sontak saja banyak netizen yang turut memberikan komentar pada cuitan tersebut.
"Urus Dulu BUMN, Ada Karyawan Jadi Teroris Tuh," tulis netizen.
"Mending urus yang belum dibayar gajinya aja Pak Menteri BUMN, Urusan ideologi sudah ada menteri lain yang urus kok Pak," tulis netizen.
Erick Thohir Minta Kasus Pegawai KAI Ditindak Secara Hukum
Baca Juga: Dananjaya Ditangkap Densus 88, Mertua Terduga Teroris di Bekasi: Maaf Kalau Kami Bikin Resah
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta dugaan adanya keterlibatan oknum pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dalam kasus terorisme agar ditindak secara hukum.
"Saya sudah buat statement keras kan bahwa teroris itu adalah sesuatu hal yang tidak baik, karena itu harus kita tegakkan secara hukum," ucap Erick usai Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD Tahun 2023 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu.
Ia pun mendukung langkah KAI yang bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
"Tentu, apa yang sudah dilakukan KAI, saya dukung penuh," ucap Erick.
Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo menanggapi dengan positif apa yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri yang menangkap oknum pegawainya dengan inisial DE yang merupakan juru lansir, terkait keterlibatan terorisme.
"PT KAI mendukung kepolisian maupun aturan-aturan atau proses hukum. Kami juga akan selalu berkoordinasi dengan kepolisian," ujar Didiek kepada wartawan di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (15/8/2023).
Menurut Didiek, oknum pegawai KAI yang diduga terlibat jaringan terorisme dan ditangkap Densus 88 Antiteror Polri itu merupakan juru lansir di Stasiun Jakarta Kota.
"Kami juga sudah tegaskan dan menginstruksikan kepada masing-masing pimpinan unit harus mengetahui bawahannya langsung," ucap dia.
Didiek menambahkan bahwa di internal KAI sejak 2018 juga sudah bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan memperpanjang perjanjian kerja sama pada September 2021 tentang sinergi pencegahan paham radikal terorisme.
"Kerja sama dengan BNPT itu dalam rangka pencegahan terkait dengan terorisme di seluruh daerah operasi (daop) kereta api. Ini untuk mencegah faham-faham radikalisme," tuturnya.
DE ditangkap penyidik Densus 88 Antiteror Polri di Bulak Sentul, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Senin (14/8/2023).
Tag
Berita Terkait
-
Dananjaya Ditangkap Densus 88, Mertua Terduga Teroris di Bekasi: Maaf Kalau Kami Bikin Resah
-
CEK FAKTA: Kantor MUI Pusat Digeledah, Rekam Jejak Teroris dan Ormas 212 Terbongkar, Benarkah?
-
Kronologi Densus 88 Baku Tembak dengan Kelompok JI Zulkarnaen dan Upik Lawangan, 2 Teroris Tewas dan 1 Aparat Terluka
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif