Artis Ikatan Cinta Amanda Manopo ngeles saat diperiksa pihak Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus promosi judi online.
Hal tersebut disampaikan pihak kuasa hukum dari Amanda Manopo. Mereka menyebutkan bahwa pasangan Arya Saloka di ikatan cinta tersebut tidak tahu bahwa itu adalah judi online.
Ina Rachman, kuasa hukum Amanda Manopo, menjelaskan bahwa kliennya tidak mengetahui bahwa situs yang dipromosikannya diduga terlibat dalam kegiatan judi online.
Menurut pengetahuan Amanda, dia hanya diajak untuk mempromosikan sebuah gim online.
"Kalau ditanya apakah Manda tidak periksa lagi, bukan. Kan Manda punya manajer, jadi yang memfilter semuanya adalah manajernya, dalam hal ini Ricco. Jadi saat Ricco lempar job ke Manda, otomatis Ricco sudah meneliti apakah job itu layak diambil atau tidak," kata Ina, dikutip Rabu (4/10/2023).
Ina Rachman melanjutkan dengan menjelaskan mengenai konten promosi yang dibuat oleh kliennya. Amanda Manopo diminta untuk mengenakan kaus tertentu dan membacakan skrip yang diberikan oleh pihak pemberi pekerjaan.
"Jadi Manda tuh bikin video direkamin sama manajernya, disuruh pakai kaos gitu, terus baca skrip yang dikasih sama pemberi job. Dibaca sama Manda, udah. Videonya video polosan, video biasa," jelas Ina.
Amanda Manopo, melalui manajernya, juga telah memastikan dengan pihak yang menawarkan pekerjaan mengenai detail proyek yang akan dikerjakan.
Pihak manajemen baru mengetahui bahwa situs tersebut terlibat dalam judi online setelah menerima panggilan dari Bareskrim Mabes Polri.
Baca Juga: Dipanggil Bareskrim Diduga Promosikan Judi Online, Amanda Manopo Bakal Hadir?
"Ada itu kan, ada percakapan via WhatsApp antara pemberi job dan manajer. Si pemberi job ini bilang bahwa ini hanya gim online. Taunya baru kemarin pas undangan panggilan," tambah Ina.
Meskipun pemeriksaan Amanda dinyatakan cukup, kuasa hukumnya menegaskan bahwa Amanda akan tetap kooperatif jika penyidik memerlukan keterangan lebih lanjut.
"Hari ini, kami anggap bahwa pemeriksaan sudah cukup. Namun, Amanda akan siap hadir lagi jika diminta oleh penyidik untuk memberikan keterangan tambahan," tutup Ina Rachman.
Berita Terkait
-
Dipanggil Bareskrim Diduga Promosikan Judi Online, Amanda Manopo Bakal Hadir?
-
Putri Anne Singgung Sosok yang Pinjam Pasangan Tapi Tak Bisa Memiliki, Sindir Amanda Manopo?
-
Putri Anne Ucap Terima Kasih ke Amanda, Publik Pertanyakan Keberadaan Arya Saloka
-
Lagi, Arya Saloka dan Amanda Manopo Diduga Kode-kodean di Medsos, Gunakan Gestur Ini
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan Bahas Strategi Jaga Stabilitas Ekonomi
-
Melalui BWLI, Pekerja Perempuan BRI Kembangkan Keterampilan Kepemimpinan secara Intensif
-
BRI Konsisten Dorong Pemberdayaan Perempuan di Seluruh Indonesia, Ekonomi Inklusif di Hari Kartini
-
Duit Rp60 Juta Siswi Pekanbaru Lenyap, Gara-gara Diancam Fotonya Disebar
-
Ketua API Kritik Pernyataan JK Soal Konflik Agama
-
35 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 21 April 2026, Kesempatan Raih Gems dan Upgrade Pemain
-
KRL Mati Listrik di Lintas KebayoranSudimara, KAI Commuter Sebut Gangguan Gardu PLN
-
BRI Miliki 36 Ribu Pekerja Perempuan, Setara 43% dari Total 86 Ribu Pekerja
-
Suasana Haru Kloter Perdana Jemaah Calon Haji Jatim Masuk Asrama Surabaya
-
Purbaya Klaim Rating Utang Indonesia di S&P Aman hingga 2028