Suara.com - Jakarta, Petugas intelijen Polda Sulawesi Selatan Inspektur Satu HM Daud tewas ditembak orang tak dikenal di dekat rumahnya, Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2014) pagi.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Agus Riyanto menjelaskan kejadian itu berlangsung ketika Daud akan shalat Subuh. Tiba-tiba, ia melihat gelagat orang yang mencurigakan sekitar pukul 04.55 WITA.
"Saat beliau berangkat shalat Subuh tadi pagi melihat seseorang di sekitar lingkungannya, dengan naluri kepolisian bermaksud ingin mengecek, siapa, ada apa, termasuk mungkin rencana yang bersangkutan yang ingin melalukan tindakan lebih lanjut," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/2/2014).
Sesampai di dekat orang yang dianggap mencurigakan tadi, Daud langsung ditembak.
Daud meninggal dengan dua luka tembakan di bagian perut dan dada.
Saat ini, jenazah Daud sedang diautopsi di RS Bhayangkara, Makassar. Setelah autopsi, rencananya jenazah dimakamkan di Sinjai.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua anak lelaki serta dua orang perempuan. "Kebetulan anak-anaknya sudah dewasa, ada yang sudah kuliah," ujar Agus.
Berita Terkait
-
Dasco Pimpin Langsung Rapat dengan 3 Badan Intelijen, Ini Bocoran Bahasannya
-
KPK Bentuk Kedeputian Intelijen, Jadi Mata dan Telinga Baru Tangkap Koruptor
-
Gatot Kritik Penyebaran Video Penangkapan Anggota BAIS: Ada Pembentukan Opini Mendiskreditkan TNI
-
Warga Makassar Gugat Polda Sulsel Rp800 Miliar
-
Demo Ricuh Berujung Maut, Prabowo Tuding Ada Makar, Kinerja Intelijen Dipertanyakan
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?
-
Saksi Ungkap Rekam Rapat Chromebook Diam-diam Karena Curiga Diarahkan ke Satu Merek